KALTIMPOST.ID - Harga emas tidak hanya ditentukan oleh beratnya. Harga emas juga dipengaruhi kadar kemurnian, sehingga emas 18K, 22K, dan 24K memiliki nilai yang berbeda.
Bagi pemilik emas 18K, emas 22K, maupun emas 24K, memahami cara menghitung nilainya penting sebelum membeli atau menjual. Dengan begitu, perkiraan harga emas tidak hanya berdasarkan angka yang ditawarkan penjual.
Lantas, bagaimana cara menghitung harga emas berdasarkan kadar? Perhitungannya sebenarnya cukup sederhana, tetapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tidak keliru.
Baca Juga: Gigi Mulai Menguning? Ini 6 Cara Aman Menjaga Gigi Tetap Bersih dan Cerah
Kenali Kadar Emas Sebelum Menghitung
Karat menunjukkan seberapa besar kandungan emas dalam 24 bagian. Semakin tinggi karat, semakin tinggi pula kandungan emas murninya.
Berikut gambaran kadar yang umum ditemukan:
· Emas 18K: sekitar 75 persen emas murni.
· Emas 22K: sekitar 91,67 persen emas murni.
· Emas 24K: sekitar 99,9 persen emas murni.
Selain angka karat, kadar emas juga dapat ditunjukkan melalui kode tertentu. Misalnya, kode 750 menunjukkan kandungan emas 75 persen atau setara dengan 18K.
Beberapa kode kadar yang umum antara lain:
· 375: 37,5 persen atau sekitar 9K.
· 585: 58,5 persen atau sekitar 14K.
· 750: 75 persen atau 18K.
· 916: 91,6 persen atau 22K.
· 999: 99,9 persen atau 24K.
Begini Cara Menghitung Harga Emas 18K, 22K, dan 24K
Untuk menghitung harga emas, tentukan terlebih dahulu harga emas 24K per gram. Setelah itu, kalikan dengan perbandingan karat terhadap 24.
Rumus sederhananya:
Harga emas sesuai karat = harga emas 24K × (karat ÷ 24)
Sebagai contoh, jika harga emas 24K adalah Rp2.340.000 per gram, maka perkiraannya menjadi:
· Emas 18K: Rp2.340.000 × 18/24 = Rp1.755.000 per gram.
· Emas 22K: Rp2.340.000 × 22/24 = sekitar Rp2.145.000 per gram.
· Emas 24K: Rp2.340.000 × 24/24 = Rp2.340.000 per gram.
Perhitungan tersebut menunjukkan nilai kandungan emas secara teoritis. Harga transaksi di toko belum tentu sama.
Jangan Lupa Hitung Berat Emas
Setelah mengetahui perkiraan harga per gram, langkah berikutnya adalah mengalikannya dengan berat emas.
Misalnya seseorang memiliki emas 18K seberat 5 gram. Dengan asumsi harga emas 24K sebesar Rp2.340.000 per gram, nilai teoritis emas tersebut adalah:
5 gram × Rp1.755.000 = Rp8.775.000
Angka tersebut merupakan perkiraan nilai bahan emas, bukan berarti itulah harga yang pasti diterima ketika emas dijual kembali.
Harga Beli Perhiasan Bisa Lebih Tinggi
Untuk emas perhiasan, harga yang dibayarkan pembeli biasanya tidak hanya berasal dari nilai emas. Ada pula ongkos pembuatan yang bergantung pada desain dan tingkat pengerjaannya.
Sebagai contoh, nilai bahan emas 18K seberat 5 gram adalah Rp8.775.000. Jika ongkos pembuatannya Rp250.000, harga pembelian menjadi:
Rp8.775.000 + Rp250.000 = Rp9.025.000
Namun, ongkos pembuatan tidak selalu ikut dihitung saat perhiasan dijual kembali. Inilah salah satu alasan harga beli dan harga jual kembali bisa berbeda cukup jauh.
Harga Buyback Tidak Sama dengan Harga Saat Membeli
Bagian ini penting bagi pemilik emas 18K, emas 22K, dan emas 24K.
Harga buyback atau harga jual kembali ditentukan berdasarkan kebijakan toko atau lembaga tempat emas dijual. Perhitungannya dapat mempertimbangkan kadar, berat, kondisi emas, serta ketentuan lainnya.
Karena itu, jangan langsung menganggap harga jual kembali bisa dihitung dengan mengurangi sejumlah persentase dari harga pembelian.
Harga buyback aktual sebaiknya dicek langsung pada toko atau lembaga yang akan membeli emas tersebut.
Tips agar Tidak Salah Menghitung Harga Emas
Sebelum membeli atau menjual emas, ada beberapa hal yang sebaiknya diperiksa:
1. Pastikan berat emas menggunakan timbangan yang akurat.
2. Cek kadar emas, misalnya 750 untuk 18K, 916 untuk 22K, dan 999 untuk 24K.
3. Periksa harga emas 24K terbaru dari sumber resmi.
4. Pisahkan nilai emas dan ongkos pembuatan jika membeli perhiasan.
5. Cek harga buyback sebelum memutuskan menjual.
6. Simpan bukti pembelian dan sertifikat jika tersedia.
Jangan Hanya Melihat Harga per Gram
Menghitung harga emas 18K, emas 22K, dan emas 24K memang bisa dilakukan dengan rumus sederhana. Namun, angka yang diperoleh sebaiknya digunakan sebagai patokan awal, bukan jaminan harga transaksi.
Ongkos pembuatan, selisih harga jual dan beli, kondisi perhiasan, serta kebijakan buyback dapat membuat nilai akhirnya berbeda.
Dengan mengetahui kadar dan berat emas serta mengecek harga buyback terlebih dahulu, pemilik emas bisa membuat keputusan yang lebih tepat dan mengurangi risiko salah memperkirakan nilai aset.***
Editor : Dwi PuspitariniSumber : akurat.co