KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Mobilitas masyarakat melalui jalur udara di Kalimantan Timur (Kaltim) kembali meningkat pada Juni 2026. Jumlah penumpang pesawat domestik tercatat 195.731 orang, naik 10,87 persen dibandingkan Mei yang berada di angka 176.546 penumpang.
Peningkatan terjadi di seluruh bandara yang melayani penerbangan domestik di Kaltim. Kenaikan paling tinggi terjadi di Bandara Datah Dawai, Mahakam Ulu, yang mencapai 40,32 persen secara bulanan.
Setelah Datah Dawai, pertumbuhan penumpang tertinggi tercatat di Bandara Maratua 25,69 persen. Kemudian APT Pranoto Samarinda naik 19,47 persen, Kalimarau Berau 18,71 persen, Sepinggan Balikpapan 8,12 persen, dan Melalan Kutai Barat 7,19 persen.
Baca Juga: Surplus Dagang Kaltim Capai USD973 Juta, Nonmigas Jadi Penopang Utama
Meski seluruh bandara mengalami pertumbuhan, konsentrasi penumpang masih bertumpu pada dua pintu utama. Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan mencatat 142.021 penumpang domestik atau 72,56 persen dari total penumpang.
Sementara itu, Bandara APT Pranoto Samarinda melayani 31.563 penumpang atau 16,13 persen. Artinya, kedua bandara tersebut menyumbang hampir 89 persen dari total pergerakan penumpang domestik Kaltim pada Juni.
"Namun, jika dibandingkan dengan Juni 2025, total penumpang domestik masih mengalami penurunan 22,67 persen. Kondisi serupa terlihat secara kumulatif. Sepanjang Januari-Juni 2026, jumlah penumpang mencapai 1.252.061 orang, turun 10,53 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 1.399.451 orang," beber Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Mas’ud Rifai.
Baca Juga: Tabungan Korporasi Kaltim Tumbuh 27,08 Persen, Sinyal Aktivitas Usaha Menguat
Penurunan kumulatif terutama dipengaruhi Bandara Sepinggan. Sepanjang enam bulan pertama 2026, bandara tersebut melayani 911.777 penumpang domestik, turun 17,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Di sisi lain, sejumlah bandara justru mencatat pertumbuhan kumulatif. Kalimarau naik 36,30 persen menjadi 142.510 penumpang, Melalan tumbuh 21,83 persen menjadi 9.036 penumpang, dan Maratua meningkat 25,64 persen menjadi 1.382 penumpang.
Berbeda dengan penerbangan domestik, pergerakan penumpang internasional Kaltim pada Juni justru mengalami kontraksi. Jumlah penumpang penerbangan ke luar negeri tercatat 5.036 orang, turun 41,23 persen dibandingkan Mei 2026.
Seluruh penerbangan internasional Kaltim masih terpusat di Bandara Sepinggan Balikpapan. Kendati mengalami penurunan secara bulanan, kinerja kumulatifnya masih menunjukkan pertumbuhan.
Sepanjang Januari-Juni 2026, jumlah penumpang internasional mencapai 34.578 orang. Angka tersebut tumbuh 4,92 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Mas’ud menyebut, perkembangan tersebut menunjukkan pergerakan penumpang udara di Kaltim masih sangat ditopang oleh konektivitas dua bandara utama untuk rute domestik, sementara penerbangan internasional masih bergantung pada Sepinggan. (*)
Editor : Duito Susanto