KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Volume barang yang diangkut melalui jalur laut di Kalimantan Timur (Kaltim) pada Juni 2026 mencapai 9.086,92 ribu ton atau sekitar 9,09 juta ton. Angka tersebut turun 7,03 persen dibandingkan Mei 2026.
“Penurunan terjadi seiring dengan berkurangnya volume barang yang diangkut di beberapa pelabuhan,” ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Mas’ud Rifai kepada Kaltim Post.
Penurunan terbesar terjadi di Pelabuhan Sangatta 22,43 persen. Disusul Tanah Grogot 19,75 persen, Kariangau 18,21 persen, Sangkulirang 8,16 persen, Kuala Samboja 4,98 persen, dan Bontang 3,84 persen.
Sebaliknya, volume barang di Tanjung Santan melonjak 89,15 persen. Semayang naik 33,77 persen, Tanjung Redeb 7,20 persen, dan Samarinda 6,15 persen. Dari total angkutan Juni, Kuala Samboja menjadi pelabuhan dengan volume terbesar, yakni 2.131,84 ribu ton atau 23,46 persen.
Baca Juga: Viral Penembakan Air Gun di Pelabuhan Kampung Baru Balikpapan, Polisi Bongkar CCTV dan Dalami Motif
Berikutnya Sangkulirang 1.784,25 ribu ton, Tanjung Redeb 1.322,91 ribu ton, Tanah Grogot 1.236,22 ribu ton, Sangatta 1.134,40 ribu ton, dan Bontang 1.045,62 ribu ton.
Meski turun secara bulanan, kinerja semester pertama masih tumbuh. Sepanjang Januari-Juni 2026, volume barang mencapai 56.954,67 ribu ton atau naik 11,15 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan tertinggi terjadi di Tanjung Santan sebesar 50,59 persen, disusul Tanah Grogot 46,75 persen dan Sangkulirang 37,26 persen. Sementara penurunan terdalam terjadi di Kariangau 57,84 persen. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo