Bukan Sprinter! Robi Ariadi Ungkap Rahasia Bertahan Puluhan Tahun di Bank Indonesia

Ulil Mu'Awanah • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:06 WIB
PERJALANAN: Robi Ariadi selalu mengingat sosok-sosok yang menjadi bagian penting dalam membentuk karakter profesionalnya.
PERJALANAN: Robi Ariadi selalu mengingat sosok-sosok yang menjadi bagian penting dalam membentuk karakter profesionalnya.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Perjalanan panjang Robi Ariadi di Bank Indonesia tidak lahir dari jalan yang selalu mulus. Justru, ia mengingat sejumlah sosok yang menjadi bagian penting dalam membentuk karakter profesionalnya.

Ketika pertama kali masuk Bank Indonesia pada 2000, Robi merasa beruntung mendapatkan mentor-mentor yang menurutnya memiliki karakter tegas dan keras. Baginya, pengalaman tersebut menjadi semacam kawah pembentukan diri.

Ia mengingat tiga sosok yang pernah menjadi mentor atau atasannya ketika menjalani penugasan di sejumlah daerah, mulai dari Makassar, Semarang hingga Jakarta. “Kalau kita kerja, kalau kita fokus, kemudian kita fokus ke tujuan, saya pikir semuanya bisa dilakukan. Apapun kondisinya kita tetap optimis,” ujar Robi mengenang pelajaran yang diperolehnya.

Baca Juga: Tiga Siswa SDN 009 Bontang Utara Dibawa ke Puskesmas, SPPG Bantah Berkaitan dengan MBG

Kariernya dimulai dari posisi staf. Ia kemudian menjalani penugasan di Makassar, sebelum berpindah ke Semarang dan menetap cukup lama di sana hingga sekitar 2011.

Pengalaman panjang itu membawanya bersentuhan dengan berbagai bidang. Salah satu fase yang paling membekas adalah ketika Bank Indonesia masih memiliki fungsi pengawasan perbankan sebelum fungsi tersebut berpindah ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dari sana, Robi melihat bahwa bekerja bukan sekadar mengejar hasil. Ada aturan, tata kelola, integritas, karakter, hingga kemampuan membaca risiko yang harus berjalan bersama. Menurutnya, setiap keputusan memiliki konsekuensi. Karena itu, seseorang harus mampu mengidentifikasi persoalan, menghitung risiko dan memilih opsi yang paling tepat.

Baca Juga: BKN Buka Pendaftaran CPNS Sekolah Kedinasan 18 Agustus, Kuota Capai 4.770 Formasi

Pemikiran itu kemudian ia gunakan dalam melihat perjalanan kariernya sendiri. Robi mengibaratkan perjalanan profesional seperti lomba maraton. “Maraton itu panjang, 42 kilometer. Sama dengan kita. Kita harus fokus ke tujuan,” katanya.

Baginya, perjalanan kerja selama puluhan tahun tidak mungkin dilalui dengan terus-menerus memikirkan pencapaian jangka pendek. Ada masa ketika seseorang mengalami kenaikan, tetapi ada pula fase ketika karier terasa berjalan lambat.

Yang terpenting, kata Robi, adalah tetap berpegang pada nilai yang diyakini, integritas, serta tujuan yang jelas. Filosofi tersebut juga menjadi cara Robi menghadapi kegagalan dan berbagai tantangan. Ia tidak melihat perjalanan karier sebagai perlombaan siapa yang paling cepat mencapai jabatan tertentu.

Sebaliknya, karier dipandang sebagai perjalanan panjang yang membutuhkan daya tahan. Setelah lebih dari dua dekade berada di Bank Indonesia, prinsip itu masih ia pegang.

"Keberhasilan bukan hanya ketika seseorang mencapai posisi tertentu, tetapi ketika ia mampu menyelesaikan perjalanan panjang tanpa kehilangan nilai yang menjadi pijakannya," ungkapnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
Robi Ariadi Bank Indonesia Kepala BI Balikpapan perjalanan karier Robi Ariadi Robi Ariadi Bank Indonesia Balikpapan