Tak Boleh Cuma Andalkan Bisnis Konvensional, Robi Ariadi Ungkap Mesin Ekonomi Baru Balikpapan

Ulil Mu'Awanah • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:08 WIB
MESIN BARU: Robi menilai Balikpapan tidak harus terus bertumpu pada aktivitas bisnis konvensional. Ada sektor lain yang berpotensi jadi mesin pertumbuhan ekonomi baru seperti ekonomi kreatif, kegiatan berskala nasional, olahraga, musik, sinema, penulisan hingga berbagai event. FUAD MUHAMMAD/KP
MESIN BARU: Robi menilai Balikpapan tidak harus terus bertumpu pada aktivitas bisnis konvensional. Ada sektor lain yang berpotensi jadi mesin pertumbuhan ekonomi baru seperti ekonomi kreatif, kegiatan berskala nasional, olahraga, musik, sinema, penulisan hingga berbagai event. FUAD MUHAMMAD/KP

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Di balik kesibukan Robi Ariadi menjalankan tugas sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan, keluarga menjadi salah satu sumber energi terbesarnya. Robi mengaku bersyukur memiliki pasangan yang selalu memberikan dukungan. Ia juga memiliki tiga anak yang tetap intens berkomunikasi meski harus berjauhan.

Bagi seseorang yang kerap menghabiskan waktu panjang di kantor, ketenangan keluarga menjadi energi tersendiri. Dukungan tersebut membuat Robi dapat menjalani pekerjaan dengan lebih tenang. Beban pekerjaan tidak perlu ditambah dengan persoalan yang dibawa dari rumah.

Kini, dari Balikpapan, Robi tidak hanya melihat ekonomi melalui deretan angka dan indikator statistik. Ia berusaha melihat ekonomi dari sisi yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat. Inflasi, misalnya, bukan sekadar angka dalam laporan ekonomi. “Inflasi itu bagaimana kita menjaga daya beli masyarakat,” ucap Robi.

Baca Juga: BKN Buka Pendaftaran CPNS Sekolah Kedinasan 18 Agustus, Kuota Capai 4.770 Formasi

Begitu pula dengan pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, pertumbuhan tidak cukup hanya terlihat dari angka. Lebih penting lagi, pertumbuhan tersebut mampu meningkatkan kualitas hidup sekaligus memberikan harapan terhadap masa depan. Karena itu, optimisme menjadi bagian penting dalam melihat perekonomian.

Masyarakat harus memiliki keyakinan bahwa kehidupan mereka pada masa mendatang dapat menjadi lebih baik. Pandangan tersebut pula yang membuat Robi optimistis melihat posisi Balikpapan di tengah perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Menurut dia, Balikpapan memiliki modal yang cukup kuat. Kota ini ditopang pelabuhan, konektivitas udara, hotel, serta posisi strategis sebagai pintu gerbang menuju berbagai wilayah di Kalimantan. Namun, potensi tersebut masih bisa dikembangkan lebih jauh.

Balikpapan, kata Robi, tidak harus terus bertumpu pada aktivitas bisnis konvensional. Ada sektor lain yang berpotensi menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru. “Ekonomi kreatif, kegiatan berskala nasional, olahraga, musik, sinema, penulisan hingga berbagai event dapat menjadi mesin baru untuk menggerakkan ekonomi kota,” tuturnya.

Baca Juga: Naik Rp 100 Triliun, Anggaran Pendidikan 2027 Tembus Rp 820,9 T untuk PIP hingga Renovasi Sekolah

Robi melihat event sebagai salah satu peluang yang sering kali memiliki dampak lebih luas daripada yang terlihat. Ketika sebuah kegiatan menghadirkan orang dari luar daerah, aktivitas ekonomi ikut bergerak. Peserta membutuhkan tempat menginap. Mereka membutuhkan makanan, transportasi, hingga berbagai layanan lainnya. Rantai ekonomi pun terbentuk.

“Dengan kata lain, sebuah event tidak berhenti di panggung. Ia bisa menjadi transaksi ekonomi bagi banyak orang,” tegasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
Ekonomi Kreatif Balikpapan Robi Ariadi Balikpapan mesin ekonomi baru Balikpapan ekonomi Balikpapan Robi Ariadi