KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Destinasi wisata tak lagi cukup hanya menawarkan tempat untuk dikunjungi. Pengalaman menjadi bagian penting yang coba dikembangkan Rumah Ulin Arya Samarinda melalui pertunjukan langsung bagi pengunjung.
Pemilik Rumah Ulin Arya, Sheila Ahmad, mengatakan pengembangan entertainment menjadi salah satu peluang yang masih terbuka di Samarinda. Konsep tersebut dihadirkan untuk memberikan pengalaman berbeda, tanpa harus membangun fasilitas wisata baru dalam skala besar.
“Latar belakangnya satu, balik lagi semuanya peluang. Karena belum ada di Samarinda yang punya destinasi yang menawarkan experience 4D lah kita bilang,” kata Sheila. Konsep pertunjukan dirancang agar penonton tidak hanya melihat aksi dari jauh. Unsur ledakan, panas, api, air hingga benturan menjadi bagian dari pengalaman yang ditawarkan.
Baca Juga: Pemadaman Listrik Balikpapan Hari Ini 15 Agustus: Rumah Dinas Wali Kota Ikut Terdampak
Menurut Sheila, pendekatan tersebut dapat menjadi alternatif hiburan di tengah aktivitas wisata yang selama ini lebih banyak bertumpu pada wahana dan edukasi. “Jadi itu yang dihadirkan lewat The Cowboy Stuntshow. Apalagi seni kita tuh anak-anak mudanya Samarinda masih jauh tertinggal dari Tenggarong kalau saya lihat,” ujarnya.
Dari berbagai pilihan konsep, tema cowboy dipilih sebagai langkah awal. Selain dianggap dekat dengan karakter kawasan Rumah Ulin Arya, konsep tersebut dinilai mudah diterima masyarakat. “Kita pengin mulai dari hal yang mungkin disukai banyak orang. Seperti cowboy gitu ya. Emang cocok sama kita, kita punya kampung koboi di sini,” papar Sheila.
Pengembangan entertainment itu sekaligus membuka peluang bagi pekerja seni lokal. Namun, untuk pertunjukan yang saat ini berjalan, Rumah Ulin Arya masih menggunakan talent dari Balikpapan. Hal itu bermula dari proses open audition. Sheila menyebut talent yang dinilai paling siap justru berasal dari Balikpapan.
Baca Juga: BKN Buka Pendaftaran CPNS Sekolah Kedinasan 18 Agustus, Kuota Capai 4.770 Formasi
Para talent tersebut kemudian datang ke Samarinda setiap akhir pekan untuk tampil selama libur sekolah lalu. Momen perdana konsep show tersebut dikenalkan. Pola itu sekaligus menjadi semacam gambaran bagi anak-anak muda Samarinda mengenai peluang kerja di bidang pertunjukan.
Rumah Ulin Arya, lanjut Sheila, sengaja memulai pengembangan tersebut dalam skala kecil. Respons pengunjung akan menjadi bahan evaluasi sebelum konsep entertainment dikembangkan lebih jauh. “Destinasi itu kebanyakan hanya lihat-lihat, edukasi. Kan orang pasti bosan. Dan serunya entertainment ini biayanya kecil, enggak sebesar bikin fasilitas baru,” tuturnya.
Bagi Sheila, strategi tersebut bukan semata mengejar lonjakan pengunjung. Entertainment menjadi upaya memberikan alasan baru bagi wisatawan untuk datang sekaligus memperkaya pengalaman selama berada di destinasi.
Sehingga kembali dihadirkan pada momen kemerdekaan dengan full atraksi pada 15-17 Agustus. Promo lainnya juga bundling harga masuk Rp81 ribu (harga normal Rp100 ribu) hingga akhir Agustus. Sudah bisa menikmati fasilitas kolam renang.
Dengan konsep itu, pengembangan wisata tidak selalu harus berupa penambahan bangunan atau wahana baru. Pertunjukan dan kreativitas justru bisa menjadi pilihan untuk menambah daya tarik dengan investasi yang relatif lebih ringan. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo