KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Semangat perayaan kemerdekaan tidak hanya ingin dirasakan pengunjung di dalam kawasan wisata. Rumah Ulin Arya Samarinda berencana membawa suasana tersebut ke tengah masyarakat melalui Pawai Kemerdekaan yang melibatkan warga Bayur, Sempaja. Lokasi dimana destinasi wisata itu berada.
Kegiatan dijadwalkan berlangsung pada 23 Agustus mendatang. Pawai dimulai dari Lapas Narkotika dan bergerak menuju Rumah Ulin Arya dengan berjalan kaki. Pemilik Rumah Ulin Arya, Sheila Ahmad, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dibuat dalam skala kecil.
Tujuannya bukan sekadar mendatangkan massa ke destinasi, melainkan memberi ruang bagi masyarakat sekitar untuk ikut menjadi bagian dari perayaan. “Kita pikir-pikir kita scoop kecil aja lah kita senangin warga Bayur,” kata Sheila. Pawai akan diikuti sejumlah kelompok. Barisan depan diisi drum band SMP Bayur.
Baca Juga: Pemadaman Listrik Balikpapan Hari Ini 15 Agustus: Rumah Dinas Wali Kota Ikut Terdampak
Setelah itu, ada tim dari Lapas yang mengenakan seragam sekaligus membawa pesan kampanye bebas narkoba. Rumah Ulin Arya juga akan melibatkan satwa yang dimiliki untuk ikut dalam pawai. Kehadiran satwa menjadi salah satu cara menghadirkan sesuatu yang tidak setiap hari dapat dinikmati masyarakat di luar kawasan wisata.
Rangkaian pawai kemudian dilengkapi penampilan reog, kuda lumping, dan pencak silat. Kelompok-kelompok tersebut berasal dari masyarakat Bayur dan sudah disiapkan untuk mengisi kegiatan. Sheila menegaskan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam konsep kegiatan tersebut.
Karena itu, jumlah peserta tidak dibuat sebanyak mungkin agar pelaksanaan tetap dapat dikendalikan dan pelayanan kepada peserta maupun masyarakat tetap maksimal. Pemilihan waktu sore juga menjadi pertimbangan.
Baca Juga: Naik Rp 100 Triliun, Anggaran Pendidikan 2027 Tembus Rp 820,9 T untuk PIP hingga Renovasi Sekolah
Pawai dijadwalkan mulai sekitar pukul 16.00 Wita. Menurut Sheila, kegiatan ini merupakan langkah awal. Jika mendapat respons positif, bukan tidak mungkin konsep serupa dibuat lebih besar pada tahun berikutnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo