KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Nuansa kemerdekaan mulai terasa di sejumlah hotel di Balikpapan menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Tak hanya menyiapkan berbagai promo dan dekorasi bernuansa merah putih, mereka juga mempersiapkan upacara kemerdekaan hingga mengenakan pakaian tradisional.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Balikpapan Soegianto mengatakan, semangat menyambut 17 Agustus tetap terasa kuat di kalangan pekerja perhotelan. Ia bahkan melihat persiapan upacara sudah dilakukan sejak beberapa hari terakhir. “Saya lihat hampir tiap sore latihan upacara dalam rangka HUT RI tahun ini. Jadi semangatnya tetap semangat 45,” ucapnya, kemarin (15/8).
Menurutnya, persiapan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Para staf hotel berlatih agar pelaksanaan upacara di lingkungan hotel dapat berlangsung lebih tertib sekaligus menjadi bagian dari upaya memeriahkan peringatan kemerdekaan.
Baca Juga: Menatap Masa Depan Ekonomi Kutai Barat, Apindo Kubar Perkuat Sinergi dengan Pemerintah
Soegianto menyebut, sebagian hotel di Balikpapan memilih menggelar upacara secara mandiri. Langkah itu dilakukan karena tidak seluruh pekerja hotel dapat mengikuti agenda upacara yang diselenggarakan pemerintah kota. “Jadi tiap hari mereka latihan untuk mempersiapkan upacara dan lainnya. Biar lebih semarak,” kata pria yang juga menjadi Direktur Operasional Platinum Hotel Indonesia.
Semarak kemerdekaan juga akan terlihat dari busana yang dikenakan para pekerja. Staf yang berhadapan langsung dengan tamu maupun pekerja lainnya akan menggunakan pakaian tradisional atau busana nasional.
“Pada hari itu juga mereka menggunakan pakaian-pakaian tradisional untuk semua staf yang front line dan yang lainnya. Pakai baju-baju nasional lah, untuk menyemarakkannya,” tutur Soegianto.
Bagi industri perhotelan, momentum 17 Agustus tahun ini juga bertepatan dengan periode libur akhir pekan yang cukup menarik. Kondisi tersebut diharapkan bisa menaikkan okupansi. Meski, Soegianto menilai kenaikannya tidak serta-merta akan signifikan.
Baca Juga: Rumah Ulin Arya Gandeng Lapas dan Warga Bayur Gelar Pawai Kemerdekaan
Pasalnya, karakter masyarakat Balikpapan saat perayaan kemerdekaan cenderung lebih banyak menghabiskan waktu di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Berbagai kegiatan seperti perlombaan, acara lingkungan hingga perayaan di tingkat RT dan kompleks perumahan biasanya menjadi pilihan warga.
“17-an itu kan momen kadang-kadang mereka mengadakan acara-acara di RT atau acara-acara di lingkungan. Apakah itu kalangan elite maupun kalangan di kampung, rata-rata biasanya mereka mengadakan acara,” jelasnya.
Soegianto memperkirakan kondisi bisnis hotel akan kembali memasuki ritme normal setelah periode libur berakhir. “Okupansi sendiri kayaknya akan seperti hari-hari biasa saja malah. Mungkin akan kembali lagi setelah tanggal Selasa itu baru normal kembali,” ujarnya.
Meski begitu, perhotelan Balikpapan tetap mengambil bagian dalam atmosfer perayaan kemerdekaan. Jika kegiatan korporasi maupun pemerintahan yang secara khusus digelar di hotel belum terlalu banyak, bukan berarti sektor perhotelan absen dari momentum 17 Agustus.
Soegianto mengatakan selama ini masyarakat lebih sering menggelar kegiatan kemerdekaan di lingkungan masing-masing. Anak-anak dan warga berkumpul untuk mengikuti berbagai perlombaan, sehingga perayaan berlangsung lebih dekat dengan komunitas.
“Kalau untuk merayakan di hotel, dalam rangka HUT kemerdekaan itu hampir-hampir nggak ada di Balikpapan. Mereka biasanya mengadakan di kampung atau di kompleks masing-masing dengan membawa anak-anak, lomba ini, lomba itu, memeriahkannya semacam itu,” katanya.
Baca Juga: Ada Ledakan, Api hingga Benturan! Rumah Ulin Arya Kembali Hadirkan Cowboy Stuntshow
Namun, para pelaku usaha perhotelan tetap berupaya menghadirkan suasana berbeda di tempat kerja masing-masing. Upacara, busana tradisional dan dekorasi bertema kemerdekaan menjadi cara sederhana yang dinilai cukup efektif untuk menjaga semangat perayaan.
“Teman-teman perhotelan tetap ikut menyemarakkan. Semangat, semangat. Hampir semua mengadakan upacara ini,” kata Soegianto.
Di sisi lain, momentum kemerdekaan juga dimanfaatkan sejumlah hotel untuk menawarkan paket khusus kepada tamu. Platinum Hotel Indonesia, misalnya, menghadirkan promo bertajuk Nusantara Getaway dengan potongan harga hingga 17 persen untuk menginap di Deluxe Room.
Promo tersebut menyasar periode menginap 12 hingga 30 Agustus, dengan periode pemesanan 1 hingga 20 Agustus. Paket itu juga dilengkapi sejumlah fasilitas tambahan, mulai dari sarapan untuk dua orang, minuman Merah Putih, hingga fasilitas late check-out sampai pukul 14.00 dengan ketentuan yang berlaku.
Baca Juga: Bukan Jabatan yang Ingin Ditinggalkan Robi Ariadi, Melainkan Ekonomi yang Tetap Tumbuh
Tamu juga mendapatkan akses ke Merdeka Corner Photo Spot di area lobi, akses fasilitas kolam renang, steam room, sauna dan whirlpool. Selain itu, tersedia pula fasilitas antar-jemput bandara sebanyak satu kali. Bagi hotel, promo semacam ini menjadi salah satu cara untuk menangkap peluang dari momentum libur kemerdekaan tanpa mengandalkan lonjakan okupansi semata.
Soegianto sendiri mengatakan strategi promosi antarhotel tidak selalu sama karena masing-masing memiliki kebijakan dan sasaran pasar tersendiri. “Kalau untuk promonya semua punya strategi masing-masing. Saya belum monitor untuk promonya ini, tapi kalau Platinum pasti ada,” ujarnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo