KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Kebutuhan pembiayaan masyarakat Kalimantan Timur menguat pada awal 2026. Penyaluran kredit rumah tangga tumbuh lebih dari dua kali lipat dibandingkan laju pada triwulan sebelumnya, dengan nilai pembiayaan mencapai Rp39 triliun.
Kredit rumah tangga pada Triwulan I-2026 tumbuh 12,19 persen secara tahunan (yoy). Angka tersebut meningkat dari 5,90 persen (yoy) pada triwulan sebelumnya. Total kredit rumah tangga mencapai Rp39.138,01 miliar atau sekitar Rp39,14 triliun.
“Kredit rumah tangga di Kaltim pada triwulan I 2026 menunjukkan pertumbuhan yang positif dan tetap didukung oleh kualitas kredit yang terjaga," tegas Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim Jajang Hermawan.
Baca Juga: Tagihan Jargas Melonjak Tak Masuk Akal, Warga Penajam PPU Ancam Labrak Kantor Pengelola
Penguatan tersebut terutama terlihat pada pembiayaan multiguna yang berkaitan dengan kebutuhan konsumsi masyarakat. Momentum Ramadan dan Idulfitri 2026 turut memengaruhi pola pembiayaan rumah tangga. Di sisi lain, kredit kendaraan bermotor justru mengalami tekanan. Pertumbuhannya tercatat minus 17,46 persen (yoy).
Data BI juga menunjukkan pergerakan berbeda pada sejumlah jenis pembiayaan. Kredit KPR rumah tinggal tipe 22 sampai 70 tercatat Rp6.189,65 miliar dengan pertumbuhan 0,16 persen, sedangkan KPR rumah tinggal tipe di atas 70 mencapai Rp2.360,62 miliar dan tumbuh 11,70 persen.
Untuk pembiayaan kendaraan, kredit KKB roda empat mencapai Rp2.756,01 miliar dengan pertumbuhan minus 17,91 persen. Sebaliknya, KKB roda dua mencapai Rp213,69 miliar dan tumbuh 22,77 persen.
Pertumbuhan tinggi juga terlihat pada beberapa pembiayaan lain. Kredit ruko tercatat Rp1.131,61 miliar dengan pertumbuhan 32,36 persen, sedangkan kredit peralatan rumah tangga mencapai Rp385,50 miliar meski terkontraksi 5,04 persen.
Baca Juga: Gempa NTT M 7,7 Tewaskan 51 Orang, Ribuan Rumah Rusak dan 5.000 Warga Mengungsi
Sementara itu, kredit properti tercatat Rp173,87 miliar dengan pertumbuhan 52,84 persen. Kredit KKB secara agregat dalam tabel BI mencapai Rp3.083,39 miliar, dengan pertumbuhan tercatat 405,86 persen.
“Peningkatan tersebut terutama didorong oleh pertumbuhan kredit multiguna seiring dengan meningkatnya kebutuhan konsumsi masyarakat pada periode Ramadan dan Idulfitri 2026," lanjut Jajang.
Perkembangan tersebut menunjukkan pola pembiayaan rumah tangga yang bergerak mengikuti kebutuhan masyarakat. Ketika kebutuhan konsumsi meningkat, permintaan terhadap pembiayaan tertentu ikut terdorong, sementara sejumlah segmen seperti kendaraan bermotor masih mengalami penyesuaian. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo