KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Kamar hotel berbintang di Kalimantan Timur bukan hanya semakin terisi. Para tamu juga tercatat menghabiskan waktu lebih lama. Pada Juni 2026, rata-rata lama menginap mencapai 1,66 hari, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat, rata-rata lama menginap (RLM) tamu hotel berbintang pada Juni 2026 naik 0,05 poin dibandingkan Mei yang berada di angka 1,61 hari.
Baca Juga: Eks Yovie & Nuno, Dikta Lepas Masa Lajang, Resmi Nikahi Rachel Florencia
Kepala BPS Kaltim Mas’ud Rifai mengatakan, peningkatan juga terlihat jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. “Secara umum, rata-rata lama menginap tamu pada hotel klasifikasi bintang selama Juni 2026 mengalami peningkatan sebesar 0,05 poin,” kata Mas’ud.
Secara tahunan, RLM Juni 2026 meningkat 0,10 poin dari 1,56 hari pada Juni 2025 menjadi 1,66 hari. Kenaikan tersebut terjadi pada dua kelompok tamu, yakni wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara.
Jika dibandingkan dengan Mei 2026, rata-rata lama menginap tamu mancanegara meningkat 0,23 poin. Sementara tamu nusantara mengalami kenaikan 0,04 poin.
Baca Juga: Perkuat Data Pembangunan, Diskominfo Kutai Barat Gelar Pra-FGD Satu Data Indonesia 2026
Tren serupa terlihat secara tahunan. Dibandingkan Juni 2025, durasi menginap tamu mancanegara bertambah 0,13 poin. Adapun tamu nusantara meningkat 0,09 poin.
Namun, pola lama menginap kedua kelompok tamu sepanjang Juni 2025 hingga Juni 2026 menunjukkan dinamika yang berbeda.
Untuk tamu nusantara, rata-rata lama menginap tertinggi tercatat pada Agustus 2025, yakni 1,67 hari. Sebaliknya, durasi terendah terjadi pada Desember 2025, Januari 2026, dan Maret 2026 dengan rata-rata masing-masing 1,52 hari.
Sementara itu, tamu mancanegara memiliki durasi menginap yang jauh lebih panjang. Rata-rata tertinggi tercatat pada Desember 2025, mencapai 2,89 hari.
Baca Juga: Ingin Bakwan Jagung Renyah? Ikuti Resep Ini, Anti Gagal, Cocok untuk Lauk dan Camilan Rumah
Adapun durasi terendah tamu mancanegara terjadi pada Maret 2026 dengan rata-rata 2,15 hari.
Kenaikan rata-rata lama menginap tersebut menjadi salah satu indikator pergerakan aktivitas pariwisata dan akomodasi di Kaltim. Semakin panjang durasi kunjungan, semakin besar pula peluang belanja wisatawan terserap ke berbagai sektor pendukung, mulai akomodasi, kuliner, transportasi hingga ekonomi kreatif. (*)
Editor : Dwi Restu A