NTP Perkebunan Rakyat Tembus 203,99, Tertinggi di Kaltim

Raden Roro Mira Budi Asih • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 16:57 WIB
TERTINGGI: NTPR atau NTP perkebunan rakyat jadi yang tertinggi di antara semua subsektor.
TERTINGGI: NTPR atau NTP perkebunan rakyat jadi yang tertinggi di antara semua subsektor.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Petani perkebunan rakyat masih menjadi kelompok dengan daya tukar tertinggi di Kalimantan Timur. Pada Juli 2026, Nilai Tukar Petani (NTP) subsektor ini mencapai 203,99 atau naik 2,93 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Penguatan tersebut ditopang kenaikan harga yang diterima petani 2,81 persen, sementara harga yang dibayar petani turun 0,11 persen.

Kinerja positif juga terjadi pada peternakan. Nilai Tukar Petani Peternakan (NTPT) naik 2,79 persen menjadi 107,97. "Kenaikan ini didorong It yang tumbuh 2,61 persen, sedangkan Ib turun 0,17 persen. Kelompok unggas menjadi pendorong utama dengan kenaikan harga yang diterima peternak 4,32 persen," papar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Mas’ud Rifai. 

Sementara itu, NTP tanaman pangan naik 1,82 persen menjadi 103,27. Kenaikan It 1,61 persen terjadi pada seluruh kelompok, yakni padi 1,91 persen dan palawija 0,71 persen. Nelayan dan pembudidaya ikan juga mencatat perbaikan. NTNP meningkat 0,70 persen menjadi 105,86, seiring It naik 0,42 persen dan Ib turun 0,28 persen. Pada subsektor ini, harga hasil perikanan tangkap naik 0,56 persen dan perikanan budidaya 0,13 persen.

Berbeda dengan subsektor lainnya, hortikultura justru tertekan. NTPH turun 2,94 persen menjadi 117,87 akibat It merosot 3,16 persen. Penurunan terjadi pada sayur-sayuran 5,48 persen, tanaman obat 0,35 persen, serta buah-buahan 0,20 persen. (*)

Editor : Ismet Rifani
Mas’ud Rifai NTP Perkebunan Rakyat BPS KALTIM