KALTIMPOST.ID-Bank Indonesia (BI) bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Nasional (ASPI) resmi meluncurkan Kartu Kredit Indonesia (KKI) sekaligus memperluas kebijakan Merchant Discount Rate (MDR) QRIS 0 persen.
Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan penguatan sistem pembayaran harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung ketahanan ekonomi nasional.
“Setiap kemajuan sistem pembayaran harus bermuara pada satu tujuan, yaitu kebijakan mendorong pertumbuhan ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan dan daya saing perekonomian nasional,” ucap Destry.
Melalui KKI, masyarakat kini memiliki alternatif pembayaran dengan fasilitas penundaan pembayaran (deferred payment) yang diproses secara domestik. KKI dapat digunakan sebagai sumber dana transaksi melalui QRIS, baik dengan metode scan maupun Tap.
Baca Juga: Kunjungan Kapal di Balikpapan Anjlok 85 Persen, Pelayaran Internasional Ikut Merosot Tajam
Destry mengatakan peluncuran KKI dan respons kebijakan sistem pembayaran lainnya merupakan bentuk kontribusi industri untuk memperkuat perekonomian nasional.
“Respons kebijakan ini berangkat dari satu optimisme bahwa kebijakan ini menjadi wujud nyata sumbangsih Bank Indonesia bersama industri sistem pembayaran bagi bangsa Indonesia, sekaligus menjadi hadiah kemerdekaan untuk masyarakat,” katanya.
Sejak diluncurkan pada 17 Agustus 2026, KKI telah diterbitkan oleh delapan penyelenggara jasa pembayaran (PJP), yakni BCA, Mandiri, BNI, BRI, CIMB Niaga, Permata, Bank Mega, serta BSI yang mengembangkan pembiayaan berbasis syariah.
Menurut Destry, pengembangan KKI tidak berhenti pada peluncuran perdana. Instrumen tersebut akan terus disempurnakan untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan perkembangan ekonomi digital. “Ke depan, Kartu Kredit Indonesia akan terus dikembangkan, baik dari sisi fitur maupun layanan,” ujarnya. (rd)
Editor : Romdani.