
KALTIMPOST.ID-Program pemagangan nasional atau Maganghub dinilai dapat menjadi jembatan antara pencari kerja dan kebutuhan tenaga kerja perusahaan di Kaltim.
Selain meningkatkan kompetensi, masa pemagangan memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk mengenali kemampuan calon pekerja sebelum melakukan perekrutan.
Wakil Ketua Umum V Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) DPP Kaltim Muhammad Reza Fadhillah mengatakan, dunia usaha menyambut positif pelaksanaan Maganghub.
Program tersebut dinilai memiliki kemiripan dengan skema management trainee yang banyak diterapkan perusahaan pada era 2000-an.
“Di dunia usaha kami melihat ini sebagai satu jembatan, di mana perusahaan bisa mendapatkan kompetensi yang tepat pada waktu yang tepat dan pada posisi pekerjaan yang tepat,” ujar Reza, Kamis (20/8).
Baca Juga: Jukir Liar Viral di Pelabuhan Semayang Balikpapan Sudah Pernah Ditegur dan Dipanggil Dishub
Menurutnya, proses rekrutmen yang hanya mengandalkan curriculum vitae (CV) memiliki keterbatasan.
Perusahaan belum dapat mengetahui secara menyeluruh kemampuan teknis (hard skill), kemampuan nonteknis (soft skill), hingga sikap calon pekerja hanya dari dokumen lamaran.
Masa pemagangan selama enam bulan memberikan ruang bagi perusahaan untuk melakukan penilaian lebih mendalam.
Kemampuan, karakter, antusiasme, hingga sikap peserta ketika menghadapi pekerjaan dapat terlihat secara langsung.
“Di enam bulan itu rata-rata bisa didapatkan bagaimana antusiasmenya dan juga attitude dia dalam bekerja. Perusahaan bisa melihat, ini yang kami cari,” katanya.
Pola tersebut sekaligus membedakan pemagangan dengan proses mempertemukan pencari kerja dan perusahaan melalui bursa kerja.
Baca Juga: BI Genjot Ekonomi Digital Indonesia lewat KKI dan QRIS 0 Persen, Ini Strategi Menuju 2030
Melalui Maganghub, peserta memperoleh kesempatan mengasah kompetensi sekaligus mengenali lingkungan kerja sebelum memasuki proses perekrutan.
Reza berharap program tersebut dapat menjadi salah satu pintu masuk bagi tenaga kerja lokal yang memiliki kompetensi dan kesiapan untuk bekerja.
Terlebih, peluang kerja di Kaltim dinilai masih terbuka seiring perkembangan berbagai sektor usaha.
Namun, tantangan ketenagakerjaan masih perlu mendapat perhatian. Reza menyoroti tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kaltim yang pada Februari 2026 berada di angka 5,26 persen.
Artinya, dari setiap 100 orang angkatan kerja, sekitar lima hingga enam orang masih membutuhkan pekerjaan. “Dengan adanya program ini kita harap angka itu masih bisa ditekan,” ujarnya.
Selain keterampilan teknis, peserta pemagangan dinilai perlu membangun ketangguhan dan kemampuan beradaptasi.
Kompetensi tersebut semakin penting di tengah perubahan kebutuhan dunia kerja dan dinamika perusahaan.
Pengalaman selama magang, menurut Reza, tidak semata diarahkan untuk memperoleh pekerjaan pertama.
Baca Juga: Kunjungan Kapal di Balikpapan Anjlok 85 Persen, Pelayaran Internasional Ikut Merosot Tajam
Keterampilan, pengalaman, dan jaringan yang dibangun selama program juga dapat menjadi modal peserta ketika harus menghadapi perubahan pekerjaan pada masa mendatang.
“Yang kita harapkan dari dunia usaha bukan hanya dia mampu magang, tetapi dari pemagangan ini dia punya skill dan ketangguhan. Sehingga apabila terjadi kondisi seperti sekarang, dia punya jaringan dan skill yang bagus untuk bisa menyesuaikan ke tempat-tempat yang baru,” pungkasnya. (rd)
Editor : Romdani.