Kukar dan Balikpapan Jadi Andalan, Produksi Mentimun Kaltim Justru Merosot

Raden Roro Mira Budi Asih • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:20 WIB
ANJLOK: Produksi mentimun turun drastis pada 2025. Dua daerah jadi sentra produksi utama.
ANJLOK: Produksi mentimun turun drastis pada 2025. Dua daerah jadi sentra produksi utama.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Mentimun menjadi komoditas sayuran yang mengalami penurunan produksi cukup dalam di Kalimantan Timur. Sepanjang 2025, hasil panennya menyusut lebih dari 2.000 ton dibandingkan tahun sebelumnya. Produksi mentimun Kaltim pada 2025 mencapai 7.456,74 ton. Angka tersebut turun 21,27 persen dibandingkan 2024.

"Penurunan 21,27 persen atau setara 2.014,37 ton dibandingkan tahun 2024,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Mas’ud Rifai. Penurunan tersebut terjadi di tengah produksi bulanan yang bergerak fluktuatif. Januari justru menjadi periode dengan produksi tertinggi sepanjang tahun, yakni 734,60 ton dari lahan seluas 140,82 hektare.

Setelah Januari, produksi turun menjadi 615,63 ton pada Februari. Angka tersebut kembali naik menjadi 710,26 ton pada Maret, sebelum bergerak naik-turun hingga akhir tahun. Pada Desember, produksi tercatat 642,44 ton. “Produksi tertinggi tercatat pada bulan Januari 2025, yakni sebanyak 734,60 ton dari lahan seluas 140,82 hektare,” ujar Mas’ud.

Dari sisi wilayah, produksi mentimun Kaltim ternyata sangat terkonsentrasi. Kukar menjadi daerah dengan kontribusi terbesar, disusul Balikpapan. Kukar menghasilkan 3.361,21 ton atau 45,08 persen dari total produksi mentimun Kaltim. Produksi tersebut berasal dari luas panen 268,10 hektare.

“Balikpapan berada di posisi kedua dengan kontribusi sebesar 29,94 persen atau 2.232,47 ton dari lahan seluas 92,40 hektare,” lanjutnya. Bila digabungkan, produksi Kukar dan Balikpapan mencapai 5.593,68 ton atau sekitar tiga perempat dari total produksi mentimun Kaltim 2025.

Sementara daerah lainnya memberikan kontribusi lebih kecil. Kutai Timur tercatat menghasilkan 608,26 ton, Penajam Paser Utara 446,85 ton, Kutai Barat 342,32 ton, Berau 227,02 ton, Samarinda 88,09 ton, Bontang 77 ton, Paser 66,68 ton, dan Mahakam Ulu 6,87 ton. (*)

Editor : Ismet Rifani
Mas'ud Rifai produksi timun merosot BPS KALTIM