KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Panggung Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 tak hanya menjadi etalase produk lokal Kalimantan Timur. Gelaran tersebut menghasilkan transaksi nyata. Sebanyak 15 UMKM unggulan Bank Indonesia Kaltim membukukan penjualan Rp1,14 miliar selama pameran luring 20-23 Agustus di JICC, Jakarta.
Baca Juga: STIKES Dirgahayu Samarinda Sukses Gelar Penutupan PKKMB Tahun Akademik 2026/2027
Capaian tersebut sekaligus memperlihatkan tingginya minat pasar terhadap produk khas Bumi Etam. Dari belasan UMKM yang ambil bagian, Manika Kaltim menjadi penyumbang penjualan terbesar.
UMKM yang memproduksi tas rotan dan manik-manik khas Kaltim itu mencatat penjualan mencapai Rp615,29 juta. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim Jajang Hermawan mengatakan, keikutsertaan UMKM Kaltim dalam KKI tahun ini semakin luas dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.
“Sebanyak 15 UMKM unggulan Bank Indonesia Kaltim terpilih mengikuti pameran secara luring, meningkat dibandingkan KKI sebelumnya yang diikuti 6 UMKM,” ujar Jajang.
Baca Juga: 2.048 Pencari Kerja Serbu Job Fair Kubar, 364 Lowongan Diperebutkan
Tidak hanya melalui pameran fisik, eksposur produk daerah juga diperluas lewat kanal digital. Sebanyak 22 UMKM Kaltim turut berpartisipasi dalam pameran daring.
Perluasan akses pasar juga menghasilkan peluang konkret. Empat UMKM binaan BI Kaltim mendapatkan kesempatan mengembangkan pasar dan jejaring bisnis melalui business matching.
Salah satunya Menggeris, produsen aneka jam tangan dan kacamata berbahan kayu. UMKM tersebut memperoleh kesepakatan ekspor ke Jepang dan Italia. Sementara tiga UMKM lainnya, yakni Abon Jaya Mandiri, Tumman Jaya Mulya, dan Jo-E Craft, masing-masing menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan buyer dari Singapura, Afrika Selatan, dan Australia.
Baca Juga: Menakar Solusi di Tengah Keterbatasan: Evaluasi Layanan Poliklinik RSUD HIS
Jajang menyebut capaian tersebut menjadi pijakan bagi pelaku usaha Kaltim untuk mulai memperluas pasar hingga ke mancanegara. “Capaian tersebut menjadi langkah konkret bagi UMKM Kaltim untuk memperluas pasar global sekaligus meningkatkan kesiapan usaha dalam memenuhi kebutuhan dan standar pasar internasional,” sambungnya.
Dari sisi produk, 15 UMKM yang tampil secara luring terdiri atas empat UMKM wastra, satu ready to wear, empat kriya, satu home decor, serta lima makanan dan minuman olahan. Komposisi tersebut memperlihatkan beragamnya potensi usaha yang dibawa Kaltim ke panggung nasional. Produk berbasis budaya, kreativitas, hingga olahan pangan sama-sama mendapat ruang untuk bertemu pasar.
Jajang mengatakan, Bank Indonesia Kaltim akan melanjutkan pembinaan terhadap pelaku UMKM setelah gelaran berakhir. “Bank Indonesia Kaltim akan terus memperkuat pembinaan UMKM secara end-to-end melalui peningkatan kapasitas dan kualitas usaha, inovasi dan digitalisasi, perluasan akses pembiayaan dan pasar, serta penguatan jejaring bisnis domestik maupun global,” paparnya. (*)
Editor : Sukri Sikki