Jangan Cuma Jualan Online! Pelaku Ekraf Balikpapan Disuruh 'Invasi' ke Mal dan CFD

Ulil Mu'Awanah • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:19 WIB
MAKSIMALKAN PELUANG: CFD hingga pusat perbelanjaan harus dimanfaatkan pelaku ekraaf untuk membuka akses pasar sekaligus memperkenalkan produk ke konsumen yang luas.
MAKSIMALKAN PELUANG: CFD hingga pusat perbelanjaan harus dimanfaatkan pelaku ekraaf untuk membuka akses pasar sekaligus memperkenalkan produk ke konsumen yang luas.

KALTIMPOST.ID, ‎‎BALIKPAPAN — Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Kaltim menilai geliat ekonomi kreatif (ekraf) di Balikpapan memiliki peluang besar untuk berkembang melalui pemanfaatan ruang publik. ‎

Kehadiran pelaku ekraf di berbagai ruang interaksi, mulai car free day (CFD) hingga pusat perbelanjaan mampu membuka akses pasar sekaligus memperkenalkan produk ke konsumen yang luas.

Ketua APPBI Kaltim Aries Adriyanto mengatakan, ruang publik tidak hanya berfungsi sebagai tempat masyarakat berkumpul dan beraktivitas, tetapi juga dapat menjadi media promosi yang efektif bagi pelaku ekraf.

Produk kreatif yang selama ini belum banyak dikenal masyarakat dapat dikenalkan secara langsung kepada calon konsumen.

Baca Juga: KPPU Usut 5 Kasus Kemitraan Sawit di Kaltim, Usaha Nakal Terancam Ditindak

‎“Kegiatan ekraf di ruang publik menurut saya sangat penting karena bisa memperkenalkan hasil karya ke publik yang selama ini belum banyak mengetahui tentang karya tersebut,” tuturnya, Minggu (30/8).

‎Menurutnya, interaksi langsung menjadi salah satu keunggulan kegiatan ekraf di ruang publik. Pelaku usaha tidak sekadar memajang produk, tetapi memiliki kesempatan menjelaskan proses, konsep hingga manfaat dari karya yang mereka hasilkan. Hal tersebut membuat masyarakat dapat memahami nilai lebih dari sebuah produk kreatif.

‎“Penggiat ekraf dapat ruang untuk menjelaskan dan mempresentasikan karya serta produknya secara detail sehingga arti dan manfaatnya terpublikasi,” katanya. ‎APPBI Kaltim melihat pola promosi semacam ini penting di tengah kebutuhan pelaku ekraf untuk membangun pasar secara berkelanjutan.

Baca Juga: Simpanan Melimpah, OJK Minta Bank di Kaltim Genjot Penyaluran Kredit

Eksistensi produk kreatif lokal dinilai tidak cukup hanya mengandalkan promosi digital, tetapi juga membutuhkan ruang pertemuan langsung dengan masyarakat. ‎"Semakin banyak ruang promosi yang tersedia, semakin besar pula peluang produk lokal untuk dikenal, diuji pasar, dan berkembang menjadi usaha yang lebih kuat," tutur Aries. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
APPBI Kaltim Produk Lokal Kaltim Promosi ekraf Balikpapan Pusat Perbelanjaan Balikpapan Ekraf Balikpapan