KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN — Ekonomi kreatif (ekraf) bukan sekadar sektor pendukung, melainkan salah satu motor penggerak ekonomi kerakyatan. Karena itu, keberadaan pelaku dan produk ekraf dinilai perlu terus didorong agar mampu tumbuh konsisten sekaligus menjangkau pasar yang lebih luas.
APPBI Kaltim menilai banyak karya dan produk ekonomi kreatif memiliki potensi untuk menjawab kebutuhan masyarakat, baik di pasar domestik maupun mancanegara.
Potensi tersebut menjadi alasan penting bagi berbagai pihak untuk memberikan ruang yang lebih besar kepada pelaku ekraf, termasuk melalui pusat perbelanjaan.
“Keberadaan ekraf sangat penting karena sebagai salah satu motor penggerak ekonomi kerakyatan. Banyak karya atau produk ekraf yang menjawab kebutuhan masyarakat baik dalam maupun luar negeri,” ungkap Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Kalimantan Timur (Kaltim) Aries Adriyanto.
Baca Juga: Jangan Cuma Jualan Online! Pelaku Ekraf Balikpapan Disuruh 'Invasi' ke Mal dan CFD
Dirinya berujar, pengembangan ekonomi kreatif membutuhkan keberlanjutan. Pelaku usaha tidak hanya perlu menghasilkan produk yang menarik, tetapi juga dituntut mampu menghadirkan karya yang beragam dan diproduksi secara konsisten.
Dengan demikian, ekraf dapat berkembang dari aktivitas kreatif menjadi sektor ekonomi yang memberikan dampak nyata terhadap masyarakat.
“Kita wajib mendorong kelangsungan dan keberadaan ekraf sebagai alternatif produk lokal yang harus konsisten melahirkan karya-karya yang beragam serta kontinu,” katanya.
Dalam konteks tersebut, kata Aries, pusat perbelanjaan memiliki posisi strategis untuk membantu mempertemukan produk kreatif dengan konsumen. Plaza Balikpapan, misalnya, dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sentra ekonomi sekaligus ruang promosi bagi pelaku ekraf.
Baca Juga: KPPU Usut 5 Kasus Kemitraan Sawit di Kaltim, Usaha Nakal Terancam Ditindak
“Plaza Balikpapan sebagai salah satu sentra ekonomi dapat menjadi tempat untuk ekraf mempromosikan dan memamerkan karya dan produknya dikenal masyarakat luas,” ujarnya.
Kehadiran ekraf di pusat perbelanjaan juga berpotensi memberikan manfaat dua arah. Pelaku usaha memperoleh akses untuk memperkenalkan produknya secara langsung, sementara pusat belanja mendapatkan variasi aktivitas dan produk lokal yang dapat memperkaya pengalaman pengunjung.
Menurut Aries, APPBI Kaltim, pola kolaborasi tersebut penting untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif yang lebih kuat di Balikpapan. Dukungan terhadap ekraf tidak hanya berarti menyediakan tempat berjualan, tetapi juga membuka kesempatan bagi produk lokal untuk membangun pasar, meningkatkan daya saing, dan berkembang secara berkelanjutan.
"Pusat perbelanjaan juga dapat mengambil peran sebagai salah satu titik temu antara pelaku ekraf dan konsumen. Dengan jumlah pengunjung yang besar dan karakter masyarakat yang beragam, mal dapat menjadi etalase strategis untuk memperkenalkan produk kreatif lokal," tandasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo