Investor Saham Kaltim Tembus 187 Ribu SID, Transaksi Mei Capai Rp 6,17 Triliun

Raden Roro Mira Budi Asih • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 17:35 WIB
NAIK: Investor saham berdasarkan SID tercatat naik 4,64 persen pada Mei 2026, transaksinya saham bulanan tercatat Rp 6,17 triliun.
NAIK: Investor saham berdasarkan SID tercatat naik 4,64 persen pada Mei 2026, transaksinya saham bulanan tercatat Rp 6,17 triliun.

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Minat masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) terhadap investasi saham terus menguat. Hingga Mei 2026, jumlah investor saham yang tercatat melalui Single Investor Identification (SID) mencapai 187.645 SID.

Kepala Otoritas OJK Jasa Keuangan (OJK) Kaltim-Kaltara Misran Pasaribu mengatakan, jumlah tersebut meningkat 4,46 persen dibandingkan posisi Maret 2026. Kenaikan itu menjadi bagian dari tren pertumbuhan investor pasar modal di Kaltim sepanjang 2026.

Baca Juga: Karhutla Samarinda Tembus 227 Hektare, 90 Persen Diduga Ulah Manusia

“Jumlah investor instrumen Pasar Modal  2026 di Kaltim terus mengalami peningkatan di setiap triwulannya, sejalan dengan tingginya minat investasi di kalangan masyarakat,” ungkap Misran.

Pertumbuhan jumlah investor tersebut berjalan beriringan dengan aktivitas transaksi saham. Pada Mei 2026, total nominal transaksi saham bulanan tercatat Rp 6,17 triliun.

Sebaran investor saham masih terkonsentrasi di dua kota utama. Balikpapan menjadi daerah dengan jumlah SID saham terbesar, yakni 55.572 SID. Samarinda menyusul dengan 51.492 SID. Jumlah tersebut membuat kedua kota menjadi penyumbang terbesar investor saham di Kaltim pada periode tersebut.

Baca Juga: Intrusi Air Laut di Sungai Mahakam Mulai Mereda, IPA Palaran Masih Belum Normal

Di bawahnya, jumlah SID saham tercatat di Kutai Kartanegara sebanyak 22.336, Kutai Timur 13.915, Bontang 12.783, dan Berau 9.763 SID. Sementara Paser mencatat 8.449 SID, Penajam Paser Utara 6.573 SID, Kutai Barat 6.321 SID, serta Mahakam Ulu 441 SID.

Data tersebut menunjukkan perkembangan investasi saham tidak hanya bertumpu pada aktivitas transaksi, tetapi juga ditopang bertambahnya jumlah masyarakat yang masuk ke pasar modal. (*)

Editor : Dwi Restu A
investor triliunan saham kaltim pasar modal