Mahligai Nusantara Festival Ramaikan Balikpapan 11–13 September, Ada Kuliner, Fashion hingga Kriya

Ulil Mu'Awanah • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 19:46 WIB
Robi Ariadi saat memberikan keterangan ke awak media di Balikpapan, Selasa (1/9). (FOTO ULIL/KP)
Robi Ariadi saat memberikan keterangan ke awak media di Balikpapan, Selasa (1/9). (FOTO ULIL/KP)

KALTIMPOST.ID-Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Balikpapan menyiapkan Mahligai Nusantara Festival sebagai salah satu agenda yang mempertemukan potensi budaya, produk kreatif dan pelaku usaha lokal dalam satu ruang promosi.

Kegiatan tersebut akan digelar selama tiga hari, 11–13 September 2026, di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome.

Festival itu dirancang tidak hanya sebagai ajang pameran, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal lebih jauh produk-produk unggulan daerah sekaligus menikmati berbagai kegiatan yang berkaitan dengan ekonomi kreatif.

“Mahligai Nusantara menjadi bagian dari upaya untuk memperkenalkan sekaligus memperkuat potensi lokal melalui kegiatan yang mempertemukan pelaku usaha, kreator, komunitas dan masyarakat,” ucap Kepala KPw BI Balikpapan Robi Ariadi.

Baca Juga: Ironi Kota Minyak, Balikpapan Punya Kilang Besar tapi Warganya Masih Antre Pertalite

Dalam festival tersebut, berbagai subsektor ekonomi kreatif akan mendapat ruang. Di antaranya kriya, fashion, maupun kuliner produk makanan dan minuman.

Kehadiran berbagai subsektor tersebut diharapkan membuat festival tidak hanya menjadi tempat berbelanja, tetapi juga memberikan pengalaman kepada masyarakat untuk melihat perkembangan produk lokal.

Robi menyebut, pihaknya juga menyiapkan area kuliner dan berbagai stan produk kreatif.

Dalam bahan pemaparan disebutkan terdapat sekitar 36 booth yang berkaitan dengan kuliner, sementara sektor lainnya 30 booth mencakup produk kriya dan kerajinan.

Konsep tersebut menjadi bagian dari strategi BI Balikpapan untuk membuat kegiatan ekonomi kreatif semakin dekat dengan masyarakat.

Produk yang ditampilkan tidak hanya mengandalkan nilai budaya, tetapi juga diarahkan agar memiliki desain dan kemasan yang lebih sesuai dengan perkembangan pasar. “Bagaimana kemudian supaya lebih inovatif, kita punya pilihan barangnya,” kata Robi.

Baca Juga: DPRD Kaltim Bidik Potensi PAD dari Perusahaan, 22 Perusahaan di Bontang Belum Serahkan Data

Mahligai Nusantara juga akan memberikan perhatian terhadap perkembangan tren konsumsi generasi muda. 

BI Balikpapan melihat kelompok generasi Z sebagai salah satu pasar penting bagi produk ekonomi kreatif, terutama karena perubahan pola konsumsi yang semakin dekat dengan platform digital.

Karena itu, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memperkenalkan cara pemasaran yang lebih modern, termasuk pemanfaatan media sosial dan aktivitas penjualan secara digital.

Robi mengatakan, pelaku usaha juga didorong untuk tidak hanya mengandalkan penjualan secara konvensional.

Pemanfaatan kanal digital, termasuk aktivitas live selling, menjadi salah satu bagian yang dipandang penting untuk memperluas pasar produk lokal.

“Kita juga lihat bagaimana kemudian kita inovasi ke mana-mana, baik kualitas kemudian memaksimalkan sistem digital,” ujarnya.

Festival itu juga diharapkan menjadi ruang interaksi antara pelaku usaha dengan masyarakat.

Dengan berlangsung selama tiga hari, pengunjung dapat menikmati berbagai produk sekaligus melihat langsung bagaimana produk lokal dikembangkan menjadi komoditas yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

BI Balikpapan berharap Mahligai Nusantara mampu menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan lokal sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku usaha.

Produk yang selama ini berkembang di tingkat lokal diharapkan dapat memperoleh pasar yang lebih luas melalui penguatan kualitas, desain, pemasaran dan jejaring.

Baca Juga: Bupati PPU Rangkap Kepala Otorita IKN Dinilai Bisa, tapi Hanya untuk Jangka Pendek

“Semoga upaya kami untuk bisa memperkenalkan produk-produk kelas, bisa kita lakukan secara kolaborasi,” tutur Robi.

Melalui event tersebut, masyarakat juga diharapkan tidak sekadar hadir sebagai pengunjung.

Kehadiran masyarakat diharapkan turut memberikan dampak langsung terhadap pelaku UMKM dan ekonomi kreatif yang mengikuti kegiatan.

Dengan menggabungkan pameran, kuliner, kriya, fashion, aktivitas kreatif dan pelibatan generasi muda, Mahligai Nusantara diproyeksikan menjadi salah satu ruang promosi ekonomi kreatif sekaligus pertemuan antara potensi lokal dan pasar.

“Selama pelaksanaan, BSCC Dome Balikpapan akan menjadi ruang bagi berbagai produk dan karya lokal untuk diperkenalkan kepada masyarakat. Agar UMKM semakin naik kelas. BI Balikpapan pun mengajak masyarakat untuk hadir dan meramaikan festival tersebut. Target kami bisa 20 ribu pengunjung,” tuturnya. (rd)

Editor : Romdani.
Komjen Fadil Imran BI BALIKPAPAN bank indonesia dome balikpapan Kutai Barat