Angkutan Barang Laut Kaltim Tembus 12,3 Juta Ton, Melonjak 36,29 Persen pada Juli 2026

Raden Roro Mira Budi Asih • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 20:19 WIB
MENINGKAT: Volume barang yang diangkut melalui jalur laut Kaltim naik signifikan, seiring bertambahnya volume barang yang diangkut di beberapa pelabuhan. (ANGGI/KP)
MENINGKAT: Volume barang yang diangkut melalui jalur laut Kaltim naik signifikan, seiring bertambahnya volume barang yang diangkut di beberapa pelabuhan. (ANGGI/KP)

SAMARINDA – Aktivitas angkutan barang melalui jalur laut di Kalimantan Timur (Kaltim) menggeliat pada Juli 2026. Volume barang yang diangkut mencapai 12.384,71 ribu ton atau sekitar 12,38 juta ton.

Angka tersebut melonjak 36,29 persen dibandingkan Juni 2026. Peningkatan ditopang kenaikan volume barang di sebagian besar pelabuhan yang menjadi titik pengangkutan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Mas’ud Rifai mengatakan kenaikan terjadi seiring bertambahnya volume barang di sejumlah pelabuhan.

“Peningkatan terjadi seiring dengan bertambahnya volume barang yang diangkut di beberapa pelabuhan,” kata Mas’ud.

Kenaikan bulanan paling tinggi tercatat di Pelabuhan Sangkulirang yang mencapai 128,35 persen. Disusul Pelabuhan Sangatta sebesar 49,58 persen dan Kariangau 15,81 persen.

Pertumbuhan juga terjadi di Pelabuhan Bontang sebesar 12,98 persen, Tanah Grogot 10,04 persen, Kuala Samboja 9,70 persen, Tanjung Redeb 6,53 persen, serta Samarinda 0,04 persen.

Baca Juga: Penumpang Angkutan Laut Kaltim Anjlok 27 Persen pada Juli 2026

Namun, tidak seluruh pelabuhan mengalami peningkatan. Pelabuhan Semayang mencatat penurunan volume sebesar 30,63 persen, sedangkan Tanjung Santan turun 29,90 persen dibandingkan Juni.

Sangkulirang Dominan

Dari sisi kontribusi, Sangkulirang menjadi pelabuhan dengan aktivitas angkutan barang terbesar sepanjang Juli. Volume barang yang diangkut mencapai 4.074,36 ribu ton atau 32,12 persen dari total angkutan barang melalui jalur laut dalam negeri.

Kuala Samboja berada di posisi berikutnya dengan 2.338,67 ribu ton atau 18,44 persen. Kemudian Sangatta mencapai 1.696,82 ribu ton atau 13,38 persen.

Pelabuhan dengan volume besar lainnya adalah Tanjung Redeb sebesar 1.409,32 ribu ton atau 11,10 persen dan Tanah Grogot 1.360,32 ribu ton atau 10,73 persen.

Besarnya kontribusi sejumlah pelabuhan tersebut menunjukkan aktivitas angkutan barang laut Kaltim masih terkonsentrasi pada beberapa simpul utama.

Tumbuh 13,27 Persen Secara Kumulatif

Jika dilihat sepanjang Januari-Juli 2026, kinerja angkutan barang melalui laut Kaltim juga masih mencatat pertumbuhan.

Total barang yang diangkut selama tujuh bulan pertama tahun ini mencapai 69.339,39 ribu ton atau sekitar 69,34 juta ton. Jumlah tersebut meningkat 13,27 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Pertumbuhan kumulatif tertinggi terjadi di Pelabuhan Tanjung Santan sebesar 53,18 persen. Berikutnya Sangkulirang tumbuh 51,88 persen dan Bontang 43,81 persen.

Tanah Grogot juga mencatat pertumbuhan 39,37 persen, Samarinda 16,50 persen, serta Semayang 0,57 persen.

Sebaliknya, beberapa pelabuhan mengalami kontraksi sepanjang Januari-Juli. Penurunan paling dalam terjadi di Kariangau sebesar 52,52 persen.

Kemudian Tanjung Redeb turun 17,80 persen, Kuala Samboja 3,49 persen, dan Sangatta 1,86 persen.

Editor : Muhammad Ridhuan
pelabuhan Kaltim angkutan barang laut Kaltim BPS KALTIM Ekonomi Kaltim sangkulirang