KALTIMPOST.ID-Tingkat hunian hotel berbintang di Balikpapan pada Juli 2026 memang masih mencatat pertumbuhan secara tahunan.
Namun, ada indikator lain yang memperlihatkan bahwa tamu hotel cenderung mengurangi durasi tinggal dibandingkan bulan sebelumnya.
“Rata-rata lama menginap (RLM) tamu hotel berbintang pada Juli 2026 tercatat 1,80 hari. Angka tersebut turun 0,06 poin dibandingkan Juni 2026 yang mencapai 1,86 hari,” tutur Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan Marinda Dama.
Penurunan tersebut terjadi pada dua kelompok tamu, baik tamu asing maupun tamu nusantara. “Rata-rata lama menginap tamu hotel klasifikasi bintang pada Juli 2026 sebesar 1,80 hari, turun 0,06 poin dibandingkan Juni 2026 yang mencapai 1,86 hari,” lanjutnya.
Baca Juga: Wisatawan Asing Lebih Lama Menginap di Balikpapan, Tamu Nusantara Hanya 1,78 Hari
Penurunan durasi tersebut menjadi perhatian tersendiri karena terjadi ketika tingkat penghunian kamar masih berada di level cukup tinggi, yakni 58,43 persen.
Dengan kata lain, peningkatan atau terjaganya jumlah kamar yang terpakai tidak otomatis berarti tamu tinggal lebih lama.
Berdasarkan asal tamu, rata-rata lama menginap tamu asing pada Juli 2026 mencapai 2,65 hari. Sementara tamu nusantara hanya 1,78 hari.
Jika dibandingkan Juni 2026, RLM tamu asing turun 0,22 poin dari 2,87 hari menjadi 2,65 hari. Pada tamu nusantara, penurunannya lebih kecil, yakni 0,06 poin dari 1,84 hari menjadi 1,78 hari.
Namun, jika dibandingkan Juli 2025, situasinya justru lebih positif. Rata-rata lama menginap tamu asing meningkat 0,41 poin dari 2,24 hari menjadi 2,65 hari. Tamu Nusantara juga mengalami peningkatan 0,09 poin dari 1,69 hari menjadi 1,78 hari.
“Jika dibandingkan dengan Juli 2025, rata-rata lama menginap tamu asing meningkat 0,41 poin dan tamu nusantara meningkat 0,09 poin,” ujar Marinda.
Baca Juga: Remaja 18 Tahun Disidang di Balikpapan, Kasus Penyebaran Video Asusila Berujung Korban Bunuh Diri
Di mana, secara tahunan kualitas durasi kunjungan masih mengalami perbaikan, meskipun dalam jangka pendek terjadi koreksi.
Marinda kembali menambahkan, bila melihat rentang Juli 2025 hingga Juli 2026, durasi menginap tamu asing paling tinggi terjadi pada Desember 2025, yakni 3,12 hari.
“Angkanya bergerak turun dan mencapai titik terendah 2,23 hari pada Maret 2026 sebelum kembali meningkat hingga 2,87 hari pada Juni, lalu turun menjadi 2,65 hari pada Juli,” sebutnya.
Sementara itu, tamu Nusantara memiliki durasi tertinggi pada Juni 2026 sebesar 1,84 hari. Titik terendah tercatat pada Maret 2026 sebesar 1,59 hari.
Marinda juga berujar, tamu yang tinggal lebih lama memiliki peluang lebih besar menggunakan jasa transportasi, kuliner, pusat perbelanjaan, tempat hiburan hingga destinasi wisata.
“Tantangan industri pariwisata Balikpapan bukan semata meningkatkan jumlah tamu, tetapi juga mendorong agar kunjungan berkembang menjadi lebih panjang, karena itu butuh berbagai event, baik kecil, besar yang lokal, nasional hingga internasional mesti digeber lagi,” ungkapnya. (rd)
Editor : Romdani.