KALTIMPOST.ID-Diajak merasakan pengalaman berbelanja secara digital, puluhan pelaku usaha kuliner akan memenuhi Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome pada 10–13 September 2026.
Sebanyak 36 tenant kuliner UMKM disiapkan dalam Fentura Pop 2026, pop-up market yang menggabungkan pengalaman menikmati kuliner dengan transaksi serba digital.
Fentura Pop 2026 menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang terintegrasi dengan Mahligai Nusantara 2026 yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan.
“Mahligai Nusantara berlangsung 11–13 September, Fentura Pop sudah dimulai sehari lebih awal, yakni 10 September, dan berlangsung hingga 13 September di lokasi yang sama (BSCC Dome),” ucap Kepala KPwBI Balikpapan Robi Ariadi.
Baca Juga: Tamu Hotel di Balikpapan Makin Singkat Menginap, BPS Dorong Event Lokal hingga Internasional
Konsep yang diusung tidak sekadar menghadirkan tempat berburu makanan dan minuman. Fentura Pop dirancang untuk memperkenalkan pengalaman berbelanja dan bertransaksi secara digital, sekaligus mempertemukan UMKM kuliner dengan konsumen dalam suasana pop-up market.
Robi menjelaskan, integrasi kedua event tersebut menjadi salah satu cara untuk mempertemukan berbagai pelaku UMKM dengan masyarakat sekaligus memperluas penggunaan pembayaran digital.
“Fentura Pop turut dilengkapi dengan berbagai aktivitas interaktif, antara lain experience QRIS, fentura stamp, edukasi dan akuisisi merchant QRIS, serta kegiatan hiburan yang berlangsung selama penyelenggaraan event,” kata Robi.
Sebanyak 36 tenant kuliner UMKM akan menawarkan berbagai makanan dan minuman olahan yang dinilai sesuai dengan tren dan minat konsumen saat ini.
Kehadiran tenant tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas ruang pemasaran bagi pelaku usaha sekaligus memberikan pilihan kuliner bagi pengunjung.
Menariknya, transaksi di area Fentura Pop diarahkan menggunakan pembayaran non-tunai. QRIS menjadi salah satu instrumen utama yang digunakan, termasuk QRIS TAP yang terus didorong pemanfaatannya.
Bagi UMKM, digitalisasi transaksi bukan hanya berkaitan dengan kemudahan pembayaran.
Transaksi melalui sistem digital juga dapat menjadi bagian dari proses adaptasi usaha terhadap perubahan perilaku konsumen yang semakin terbiasa menggunakan pembayaran elektronik.
Baca Juga: Wisatawan Asing Lebih Lama Menginap di Balikpapan, Tamu Nusantara Hanya 1,78 Hari
Konsep tersebut akan memberikan pengalaman langsung kepada pengunjung. Masyarakat tidak hanya datang untuk membeli makanan dan minuman, tetapi juga dapat mencoba bagaimana pembayaran digital digunakan dalam transaksi sehari-hari.
Bank Indonesia menargetkan transaksi QRIS di Fentura Pop 2026 dapat melampaui 20.000 transaksi selama penyelenggaraan.
Target tersebut menunjukkan bahwa event tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperluas penggunaan pembayaran digital di tengah aktivitas ekonomi masyarakat.
Robi mengatakan, integrasi Fentura Pop dengan Mahligai Nusantara juga membuka ruang yang lebih luas bagi UMKM untuk memperkenalkan dan memasarkan produk mereka.
“Integrasi kedua event tersebut juga menjadi ruang bagi UMKM untuk memperkenalkan dan memasarkan produknya, serta sebagai sarana untuk mempertemukan UMKM, masyarakat, perbankan, komunitas, dan pelaku ekonomi kreatif,” ujarnya.
Kolaborasi tersebut membuat BSCC Dome selama periode penyelenggaraan tidak hanya menjadi lokasi event, tetapi juga menjadi titik pertemuan antara pelaku usaha dan konsumen.
Di satu sisi, Fentura Pop menghadirkan kuliner kekinian yang sedang diminati. Di sisi lain, Mahligai Nusantara membawa produk kriya, wastra, ready to wear, aksesori, handycraft serta makanan dan minuman olahan dari UMKM yang telah melalui proses kurasi.
Dengan konsep tersebut, masyarakat memiliki lebih banyak alasan untuk datang. Pengunjung dapat menikmati kuliner sekaligus melihat berbagai produk lokal yang dipamerkan dalam Mahligai Nusantara.
Baca Juga: Remaja 18 Tahun Disidang di Balikpapan, Kasus Penyebaran Video Asusila Berujung Korban Bunuh Diri
Aktivitas digital juga tidak berhenti pada pembayaran. Pengunjung akan mendapatkan pengalaman melalui sejumlah aktivitas interaktif yang disiapkan penyelenggara.
“Edukasi dan akuisisi merchant QRIS juga menjadi bagian dari kegiatan, sehingga event dapat sekaligus memperluas jumlah pelaku usaha yang memanfaatkan pembayaran digital,” terangnya.
Menurut Robi, bagi UMKM, keterlibatan dalam Fentura Pop memberikan kesempatan untuk menguji produk secara langsung kepada konsumen.
Respons pengunjung dapat menjadi masukan bagi pelaku usaha untuk membaca selera pasar, mengembangkan produk dan menentukan strategi pemasaran.
Sementara bagi konsumen, konsep tersebut memberikan pengalaman yang lebih praktis karena pembayaran dilakukan secara non-tunai.
Integrasi event juga menjadi bagian dari strategi KPwBI Balikpapan dalam memperkuat ekosistem ekonomi daerah.
UMKM tidak hanya didorong untuk meningkatkan kualitas produk, tetapi juga mengikuti perkembangan teknologi yang memengaruhi cara masyarakat berbelanja.
“Melalui konsep tersebut masyarakat tidak hanya dapat menikmati beragam produk UMKM, melainkan juga memperoleh pengalaman langsung dalam pemanfaatan dan penggunaan transaksi pembayaran digital,” tutur Robi.
Selama 10–13 September 2026, masyarakat Balikpapan dan sekitarnya dapat menikmati berbagai kuliner dari 36 tenant UMKM sekaligus merasakan pengalaman bertransaksi menggunakan QRIS dan QRIS TAP.
“Dengan target lebih dari 20.000 transaksi QRIS, event ini diharapkan tidak hanya ramai dari sisi kunjungan, tetapi juga mampu memperlihatkan semakin kuatnya penggunaan pembayaran digital dalam aktivitas ekonomi masyarakat,” tegasnya. (rd)
Editor : Romdani.