KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Sengkel dikenal sebagai bagian daging sapi dengan tekstur khas. Kandungan urat di bagian tengah membuatnya cenderung chewy sehingga membutuhkan proses masak yang cukup lama agar menghasilkan tekstur empuk.
Karakter tersebut justru menjadi daya tarik Nasi Campur Sengkel Balado yang masuk dalam promo menu Aston Samarinda Hotel & Convention Center.
Executive Chef Aston Samarinda Hotel & Convention Center Setia Haribowo atau Tyo mengatakan, menu tersebut merupakan eksplorasi sajian Nusantara. Jika balado umumnya menggunakan ayam atau ikan, Aston Samarinda memilih menggunakan daging sengkel.
Daging terlebih dahulu melalui proses pemasakan menggunakan teknik slow cook selama sekitar 18 jam. Proses tersebut dilakukan untuk mendapatkan tekstur daging yang lembut, tetapi tetap mempertahankan karakter sengkel.
Baca Juga: Pisang Goreng Naik Kelas di Aston Samarinda, Renyah Tempura Berpadu Es Krim
Karena karakter tersebut, sengkel memang lebih cocok melalui proses pemasakan dalam waktu panjang. Tyo menyebut bahan ini lazim pula digunakan dalam hidangan yang membutuhkan proses pengolahan lama seperti rawon maupun rendang.
Untuk menu Aston Samarinda, daging yang telah melalui proses slow cook kemudian diolah dengan bumbu bercita rasa pedas. “Lembut, sangat bisa dinikmati, tapi memang taste-nya lebih ke spicy,” jelasnya.
Dalam satu porsi Nasi Campur Sengkel Balado, daging sengkel disajikan bersama orek tempe manis gurih dan telur dadar yang diiris. Kombinasi tersebut membuat menu tidak hanya mengandalkan satu jenis lauk. Untuk menikmatinya, pelanggan perlu merogoh kocek Rp65 ribu++ per porsi.
Selain menu Nusantara, promo Aston Samarinda juga menghadirkan sajian bergaya western melalui Crispy Chicken Steak. Berbeda dari steak yang menggunakan potongan daging sapi, menu ini menggunakan paha ayam fillet. Daging tersebut kemudian dibalut tepung dan dimasak hingga menghasilkan tekstur crispy.
Baca Juga: Tak Mau Pasrah Anggaran Kantor Dipangkas, UMKM Balikpapan Ini Jual Pengalaman
Pemilihan paha fillet membuat daging ayam tetap terasa juicy. Sajian kemudian dilengkapi potato wedges homemade, mixed vegetables, serta mushroom peppercorn (lada) sauce. Untuk saus, Tyo memilih perpaduan jamur dan peppercorn.
Jamur dipilih karena lebih familiar dan dapat diterima berbagai kalangan, sedangkan lada memberikan tambahan rasa. “Mushroom sendiri kan lebih familiar, bisa dinikmati semua kalangan. Terus peppercorn-nya sendiri untuk menambah penyedap,” jelasnya.
Ada pula sentuhan kaldu dalam saus tersebut. Tyo menyebut proses pembuatannya menggunakan jus kolagen dari tulang sapi sehingga memberikan rasa gurih tambahan. “Dari jus kolagen sapi, pakai tulang,” katanya.
Sementara itu, potato wedges yang digunakan merupakan buatan sendiri. Komposisinya dibuat lengkap dengan protein dari ayam, karbohidrat dari kentang, sayuran, dan saus. Crispy Chicken Steak dibanderol Rp75 ribu++ per porsi. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo