Uniknya Karakter Warga Kaltim Beli Mobil, 90 Persen Langsung Incar Varian Tertinggi

Ulil Mu'Awanah • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 20:07 WIB
HEMAT ENERGI: XL7 dirancang sebagai SUV yang dapat digunakan dalam berbagai kebutuhan, mulai aktivitas perkotaan hingga perjalanan dengan kondisi medan yang beragam. ULIL/KP
HEMAT ENERGI: XL7 dirancang sebagai SUV yang dapat digunakan dalam berbagai kebutuhan, mulai aktivitas perkotaan hingga perjalanan dengan kondisi medan yang beragam. ULIL/KP

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN — Perlambatan pasar otomotif tidak menyurutkan langkah Suzuki Samekarindo Indah dalam memperkuat pasar kendaraan penumpang di Kaltim. Salah satu strategi yang ditempuh adalah menghadirkan New Suzuki XL7 Hybrid dengan mengandalkan efisiensi, kenyamanan, serta teknologi yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.

New Suzuki XL7 Hybrid resmi diluncurkan di Balikpapan pada 29 Juli 2026 lalu di Pentacity Mall Balikpapan. Chief Operating Officer Suzuki Samekarindo Indah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara Dekriswan Zihono mengakui, peluncuran XL7 Hybrid berlangsung ketika kondisi ekonomi dan pasar otomotif masih menghadapi tantangan.

Meski demikian, Suzuki melihat Kalimantan Timur memiliki karakter pasar yang cukup menarik. Konsumen di daerah ini dinilai memiliki kecenderungan memilih kendaraan dengan varian tertinggi ketika membeli mobil untuk kebutuhan pribadi.

Baca Juga: Inflasi di Kaltim Tembus 3,83 Persen: Antara Tekanan Pangan dan Kahutla

“Pengalaman saya, untuk Kalimantan Timur, tipe mobil yang paling banyak dipilih justru tipe tertinggi. Kalau ada model baru, varian tertinggi biasanya yang paling banyak dipilih,” ucapnya akhir pekan lalu.

Karakter tersebut, lanjut Dekriswan, terlihat cukup konsisten di berbagai kelas kendaraan. Varian dengan spesifikasi lebih tinggi bahkan memiliki perbedaan permintaan yang cukup jauh dibandingkan tipe paling rendah.

“Kalau dibuat perbandingan, mungkin tipe terendah sekitar 10 persen, sedangkan 90 persen lebih memilih tipe tertinggi untuk penggunaan pribadi. Kalau untuk perusahaan atau kebutuhan tertentu memang berbeda, tetapi untuk pemakaian pribadi karakter konsumennya seperti itu,” jelasnya.

Kondisi tersebut menjadi peluang bagi Suzuki untuk mendorong XL7 Hybrid, khususnya varian Alpha yang menawarkan kelengkapan fitur lebih tinggi. Di Balikpapan sendiri, penjualan XL7 Hybrid hingga akhir Juli telah mencatat sekitar 7 unit. Sementara secara keseluruhan di Kaltim, penjualan model tersebut telah mencapai sekitar 25 unit pada periode yang sama.

Baca Juga: PT YWA Realisasikan 1.900 Kebun Plasma di Berau, Petani Mitra Raup Puluhan Juta Rupiah

“Untuk Balikpapan sampai akhir bulan kemarin sekitar 7 unit. Kalau total Kaltim kurang lebih 25 unit,” kata Dekriswan. Untuk memperluas pasar, Suzuki juga tidak hanya mengandalkan aktivitas penjualan di Balikpapan. Aktivitas pemasaran akan dilakukan di sejumlah daerah seperti Samarinda, Tenggarong, Bontang dan Sangatta.

Strategi tersebut dinilai penting karena karakter dan kemampuan pasar setiap daerah berbeda. “Tidak mungkin konsumen dari daerah terlalu jauh harus datang ke Balikpapan. Karena itu Samarinda akan membuat aktivitas sendiri, begitu juga Tenggarong, Bontang dan Sangatta. Jadi pendekatannya lebih dekat dengan konsumen,” ujarnya.

Dekriswan menyebut Balikpapan dan Samarinda masih menjadi pasar passenger car yang kuat. Sementara sejumlah wilayah lain juga mulai menunjukkan perkembangan, terutama daerah yang ditopang sektor perkebunan. Ia mencontohkan Wahau yang dalam beberapa tahun terakhir berkembang seiring pertumbuhan perkebunan kelapa sawit.

Menurutnya, pergerakan ekonomi daerah secara langsung ikut memengaruhi kemampuan masyarakat dalam membeli kendaraan. “Kalau melihat Wahau, sektor agronya cukup bergerak dan sawit berkembang. Ini ikut mendorong pasar di sana. Karakter setiap wilayah memang berbeda karena sangat dipengaruhi aktivitas ekonominya,” katanya.

Namun, tantangan tetap datang dari sejumlah wilayah yang sebelumnya memiliki aktivitas ekonomi kuat tetapi kini mengalami perlambatan. “Menurut saya, kalau melihat beberapa wilayah, ada yang ekonominya dulu bagus sekali, tetapi sekarang cenderung jalan di tempat. Itu tentu menjadi tantangan untuk penjualan,” ujar Dekriswan.

Di tengah situasi tersebut, Suzuki tidak hanya menjual XL7 Hybrid melalui angka efisiensi bahan bakar atau tampilan baru. Pengalaman berkendara justru menjadi salah satu strategi untuk meyakinkan konsumen.

Baca Juga: Antrean BBM Mengular di Kaltim, Komisi XII DPR RI Desak BPH Migas Evaluasi Kuota

Trainer of Trainer Suzuki Samekarindo Indah Agus Catur mengatakan XL7 dirancang sebagai SUV yang dapat digunakan dalam berbagai kebutuhan, mulai dari aktivitas perkotaan hingga perjalanan dengan kondisi medan yang beragam.

Konsep tersebut dipadukan dengan aspek fun to drive atau kenyamanan dalam berkendara. Agus juga memaparkan sejumlah penghargaan yang diterima Suzuki dalam beberapa tahun terakhir, termasuk penghargaan yang berkaitan dengan biaya kepemilikan dan perawatan kendaraan.

"Tambahan teknologi tersebut bukan sekadar pemanis pada model baru. Fitur tersebut menjadi bagian dari upaya menyesuaikan kendaraan dengan perubahan kebutuhan konsumen yang semakin memperhatikan aspek keselamatan dan kemudahan berkendara," tutur Agus. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
Pasar Otomotif Kaltim otomotif Balikpapan Suzuki XL7 Hybrid Suzuki Kaltim Samekarindo Indah