LAPTOP bisnis memasuki babak baru. Perangkat kerja kini tak cukup hanya cepat menjalankan aplikasi perkantoran. Kemampuan mengolah kecerdasan buatan (AI) secara langsung, menjaga keamanan data, sekaligus tetap ringan untuk mobilitas mulai menjadi tuntutan baru.
Tren itu coba dijawab ASUS melalui ExpertBook Ultra (B9406CAA). Laptop bisnis premium tersebut memadukan prosesor Intel Core Ultra generasi terbaru, Neural Processing Unit (NPU) hingga 50 Trillion Operations Per Second (TOPS), layar Tandem OLED, serta sistem keamanan yang menyasar kebutuhan enterprise.
ASUS menempatkan ExpertBook Ultra sebagai laptop flagship bagi profesional dan perusahaan yang membutuhkan performa tinggi tanpa mengorbankan portabilitas.
Baca Juga: Uniknya Karakter Warga Kaltim Beli Mobil, 90 Persen Langsung Incar Varian Tertinggi
Commercial Director ASUS Indonesia Eric Khoven mengatakan perangkat ini dirancang sebagai bagian dari generasi baru Copilot+ PC dengan kemampuan pemrosesan AI yang lebih besar.
“Sebagai fondasi era baru Copilot+ PC, ASUS ExpertBook Ultra mengandalkan prosesor hingga Intel Core Ultra X9 Processor 388H generasi terbaru yang dipadukan dengan NPU hingga 50 TOPS,” ujar Eric.
Salah satu kemampuan yang menjadi sorotan ialah pemrosesan AI secara lokal. Berbekal NPU hingga 50 TOPS, laptop ini dirancang menangani berbagai tugas, mulai dari transkripsi dan penerjemahan real-time hingga pemanfaatan AI generatif tanpa harus selalu mengandalkan cloud.
Fitur AI ExpertMeet turut memanfaatkan NPU untuk transkripsi, penerjemahan bahasa, hingga optimalisasi kamera web. Pemrosesan langsung di perangkat membuat pekerjaan AI lebih efisien sekaligus membantu menjaga data tetap berada di dalam laptop.
Kemampuan tersebut didukung RAM hingga 64 GB LPDDR5x. ASUS menyebut kapasitas itu memungkinkan sejumlah large language model (LLM) dijalankan secara lokal tanpa koneksi internet, termasuk Gemma dan Qwen 3 dalam konfigurasi tertentu.
Baca Juga: Simak Daftar Harga iPhone 15, 16, dan 17 Terbaru Usai Turun Harga
Bagi pengguna korporasi, kemampuan AI on-device bukan semata soal kecepatan. Pemrosesan lokal juga memberi perusahaan kontrol lebih besar terhadap data sensitif sekaligus mengurangi ketergantungan pada layanan cloud.
Layar untuk Mobilitas
Performa tersebut dipadukan dengan layar Tandem OLED 14 inci beresolusi 3K, rasio 16:10, dan refresh rate hingga 120Hz. Panel ini memiliki tingkat kecerahan puncak hingga 1.400 nits HDR serta cakupan warna 100 persen DCI-P3.
Spesifikasi layar menjadi relevan bagi profesional yang bekerja di luar kantor. Presentasi, pengolahan data, hingga pekerjaan kreatif tetap dapat dilakukan di bandara, kafe, maupun ruang terbuka dengan pencahayaan yang menantang.
“Bayangkan kalau Anda seorang eksekutif yang harus melakukan presentasi mendadak di area luar ruangan kafe atau bandara dengan paparan cahaya matahari langsung,” kata Eric.
Baca Juga: Masker Langka saat Erupsi Anak Krakatau, Kemenkes Ancam Penimbun dengan Sanksi Pidana
ASUS menyebut teknologi Tandem OLED tidak hanya meningkatkan tingkat kecerahan, tetapi juga membantu efisiensi daya dan menekan risiko burn-in dibandingkan OLED konvensional.
Performa tinggi biasanya memiliki konsekuensi terhadap bobot dan daya tahan baterai. Namun, ASUS membekali ExpertBook Ultra dengan baterai 70 Wh yang diklaim mampu bertahan hingga 26 jam. Pengisian cepat memungkinkan baterai mencapai 50 persen dalam sekitar 30 menit.
Dari sisi mobilitas, ketebalan perangkat sekitar 1,09 sentimeter. Bobotnya mulai 0,99 kilogram untuk konfigurasi POLED dan 1,09 kilogram pada varian Tandem OLED.
Kombinasi tersebut menempatkan ExpertBook Ultra di antara laptop ultra-portabel dan komputer kerja berperforma tinggi.
Baca Juga: Daihatsu Panen Besar di Agustus 2026, Penjualan Naik 10 Persen! Mobil Ini Jadi Biang Keroknya
Grafis dan Penyimpanan
Peningkatan performa juga tidak berhenti pada CPU dan NPU. ExpertBook Ultra dapat dikonfigurasi dengan Intel Arc B390 yang memiliki 12 Xe Cores.
ASUS mengklaim GPU terintegrasi tersebut mampu menghasilkan performa hingga sekitar 35 persen lebih tinggi dibanding GPU diskrit NVIDIA RTX 4050 dengan TGP 30W berdasarkan pengujian 3DMark Time Spy.
Kemampuan grafis itu memperluas penggunaan perangkat, mulai pengolahan video, visualisasi data, hingga pekerjaan yang membutuhkan akselerasi grafis dan AI secara lokal.
Untuk penyimpanan, laptop mendukung SSD M.2 PCIe Gen 5.0 x4 NVMe hingga 2 TB. ASUS menyebut kecepatannya dapat menembus lebih dari 14.000 MB/s pada konfigurasi tertentu.
Keamanan Jadi Prioritas
Di lingkungan korporasi, performa tinggi harus berjalan beriringan dengan perlindungan data. ExpertBook Ultra membawa sistem ASUS ExpertGuardian serta sejumlah fitur keamanan berbasis perangkat keras.
Di antaranya ASUS Security Processor, Dual Self-healing BIOS ROM, TPM 2.0, Microsoft Pluton, sensor sidik jari Match-on-Chip, Windows Hello IR, penutup fisik webcam, hingga peringatan ketika terjadi intrusi pada chassis.
ASUS menekankan sistem tersebut dirancang untuk melindungi aset digital perusahaan, termasuk ketika perangkat secara fisik berpindah tangan.
Baca Juga: BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126
“Secara fisik, laptop memang bisa dicuri. Tetapi data-data yang tersimpan di dalam ASUS ExpertBook Ultra tidak akan dapat diambil oleh pihak yang tidak berwenang,” ujar Eric.
Dari sisi ketahanan, perangkat menggunakan material magnesium-aluminium dengan teknologi ASUS Nano Ceramic dan memenuhi standar MIL-STD-810H. ASUS juga menyebut ExpertBook Ultra telah melewati berbagai pengujian ketahanan, termasuk terhadap tekanan.
Kehadiran ExpertBook Ultra menunjukkan arah baru laptop bisnis premium. Jika sebelumnya persaingan banyak berfokus pada prosesor, RAM, bobot, dan daya tahan baterai, kini kemampuan AI on-device, keamanan data, serta efisiensi ikut menjadi pertimbangan utama.
ASUS menggabungkan NPU 50 TOPS, GPU Intel Arc B390, RAM hingga 64 GB, layar Tandem OLED dengan kecerahan 1.400 nits, serta baterai 70 Wh dalam perangkat berbobot sekitar satu kilogram.
Baca Juga: GIIAS Bandung 2026 Dimulai Besok, Ini 4 Lokasi Parkir Resmi dan Shuttle Bus Gratisnya
Bagi pasar korporasi, laptop tak lagi sekadar perangkat kerja. Ia mulai dituntut menjadi terminal AI pribadi yang mampu mengolah data, menjalankan aplikasi generatif, dan mendukung produktivitas tanpa selalu bergantung pada cloud.
Di titik tersebut, ExpertBook Ultra mencoba menawarkan satu paket: kemampuan komputasi AI yang semakin besar dalam perangkat yang tetap ringan untuk mobilitas profesional.
Editor : Thomas Priyandoko