Hasil Tambang Jadi Penopang Ekspor Kaltim, Sumbang 70 Persen hingga Juli 2026

Raden Roro Mira Budi Asih • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 17:21 WIB
DOMINASI: Berdasarkan sektor, hasil tambang masih jadi yang terbesar dengan pangsa 70,05 persen dan satu-satunya yang alami kenaikan bulanan.
DOMINASI: Berdasarkan sektor, hasil tambang masih jadi yang terbesar dengan pangsa 70,05 persen dan satu-satunya yang alami kenaikan bulanan.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Ketergantungan ekspor Kalimantan Timur terhadap komoditas hasil tambang masih terlihat kuat sepanjang Januari-Juli 2026. Sektor tersebut menyumbang 70,05 persen dari total ekspor Kaltim, sekaligus menjadi satu-satunya sektor nonmigas yang mencatat kenaikan secara bulanan pada Juli.

Nilai ekspor hasil tambang pada Juli mencapai USD1.483,67 juta. Angka itu naik 3,55 persen dibandingkan Juni yang senilai USD1,432 miliar. Kenaikan tersebut membuat hasil tambang menjadi penopang utama di tengah pelemahan sektor ekspor lainnya. Pada periode yang sama, ekspor hasil industri justru turun 33,99 persen menjadi USD366,87 juta dari USD555,80 juta pada Juni.

Sementara ekspor hasil pertanian juga mengalami penurunan, meski nilainya relatif kecil. Dari USD1,40 juta pada Juni, ekspor sektor tersebut turun 13,57 persen menjadi USD1,21 juta pada Juli. “Penurunan ekspor nonmigas terjadi pada ekspor komoditas hasil industri dan hasil pertanian masing-masing 33,99 persen dan 13,57 persen, sedangkan untuk ekspor hasil tambang mengalami kenaikan 3,55 persen,” Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Mas’ud Rifai.

Tekanan juga datang dari sektor migas. Nilai ekspor migas pada Juli hanya USD99,58 juta, turun 42,64 persen dibandingkan Juni yang mencapai USD173,61 juta. Kondisi tersebut turut menekan total ekspor Kaltim secara bulanan. Pada Juli, nilai ekspor tercatat USD1,951 miliar atau turun 9,81 persen dibandingkan Juni yang mencapai USD2,163 miliar.

Jika dibandingkan dengan Juli 2025, kinerja sektor ekspor menunjukkan hasil yang beragam. Ekspor hasil tambang tumbuh 33,42 persen, sedangkan hasil industri turun 10,21 persen. Penurunan lebih dalam terjadi pada hasil pertanian yang terkontraksi 52,73 persen. Ekspor migas juga turun 44,49 persen secara tahunan.

Meski demikian, secara kumulatif ekspor Kaltim masih tumbuh. Sepanjang Januari-Juli 2026, total ekspor mencapai USD12,490 miliar atau meningkat 6,45 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari total tersebut, hasil tambang menyumbang USD8,749 miliar. Kontribusinya mencapai 70,05 persen dan menempatkannya sebagai sektor ekspor terbesar Kaltim.

Hasil industri menjadi kontributor terbesar kedua dengan nilai USS2,760 miliar atau 22,10 persen. Sementara migas berada di posisi ketiga dengan nilai USD969,82 juta dan kontribusi 7,76 persen. Adapun hasil pertanian hanya menyumbang 0,09 persen terhadap total ekspor Kaltim. (*)

Editor : Ismet Rifani
Mas’ud Rifai Tambang Penopang ekspor BPS KALTIM Ekspor Kaltim