SAMARINDA – Aktivitas ekspor asli Kalimantan Timur (Kaltim) masih sangat bergantung pada pelabuhan di wilayah sendiri. Pada Juli 2026, hampir seluruh nilai ekspor asli Kaltim tercatat dikirim melalui pelabuhan yang berada di provinsi ini.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat nilai ekspor asli Kaltim pada Juli mencapai USD1,942 miliar. Dari angka tersebut, USD1,920 miliar atau sekitar 98,76 persen dikirim melalui pelabuhan di Kaltim.
Kepala BPS Kaltim Mas’ud Rifai mengatakan, hanya sebagian kecil ekspor asli Kaltim yang dikirim melalui pelabuhan di luar daerah.
“Ekspor asli Kaltim melalui pelabuhan di luar Kaltim USD21,89 juta,” kata Mas’ud.
Ekspor melalui pelabuhan di luar Kaltim tersebut terutama dikirim melalui Jawa Timur dengan nilai USD12,39 juta, DKI Jakarta USD9,25 juta, serta Bali USD0,19 juta.
Dari sisi komoditas, ekspor Kaltim masih didominasi sektor pertambangan dan produk turunannya. Beberapa komoditas utama di antaranya batu bara, lignit, serta tanah dan tanah liat.
Sementara dari sektor industri pengolahan, ekspor Kaltim mencakup minyak kelapa sawit, pupuk, bahan kimia dasar organik, minyak makan hingga lemak nabati.
Baca Juga: Penumpang Kapal di Balikpapan Melonjak 116 Persen, Pelabuhan Semayang Kembali Ramai
Untuk sektor pertanian, sejumlah komoditas yang masuk dalam ekspor antara lain kepiting, hasil hutan bukan kayu, rumput laut dan ganggang, ikan segar atau dingin hasil tangkap, serta tanaman obat, aromatik dan rempah-rempah.
Adapun sektor minyak dan gas bumi (migas) turut menyumbang melalui komoditas gas alam.
Meski jalur ekspor melalui pelabuhan Kaltim masih dominan, nilai ekspor asli daerah pada Juli mengalami penurunan secara bulanan. Dibandingkan Juni yang mencapai USD2,071 miliar, ekspor Juli turun 6,22 persen.
Penurunan tersebut terutama dipengaruhi ekspor nonmigas yang merosot 6,85 persen menjadi USD1,866 miliar.
Namun, tidak seluruh sektor mengalami pelemahan. Ekspor migas justru tumbuh 12,67 persen menjadi USD76,29 juta. Begitu pula ekspor hasil tambang yang meningkat 3,79 persen menjadi USD1,476 miliar.
Jika dilihat secara kumulatif, kinerja ekspor Kaltim sepanjang Januari-Juli 2026 masih menunjukkan pertumbuhan. Nilainya mencapai USD12,072 miliar atau meningkat 2,30 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Angka tersebut menunjukkan aktivitas ekspor Kaltim masih memiliki kinerja positif secara tahunan, meski pada Juli terjadi koreksi dibandingkan bulan sebelumnya.
Editor : Muhammad Ridhuan