Produksi Migas Kaltim Moncer, SKK Migas: Ada Andil Media Jaga Kondusivitas

M Fuad • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 17:59 WIB
KOMPETENSI: Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi (Kalsul) Haryanto Syafri menghadiri Uji Kompetensi Wartawan (UKW) garapan PWI Kaltim di Samarinda, Kamis (10/9/2026).
KOMPETENSI: Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi (Kalsul) Haryanto Syafri menghadiri Uji Kompetensi Wartawan (UKW) garapan PWI Kaltim di Samarinda, Kamis (10/9/2026).

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Kelancaran roda industri hulu minyak dan gas bumi di Kalimantan Timur tak lepas dari keterlibatan aktif jurnalis lokal dalam menyajikan informasi yang jernih ke ruang publik.

Peran edukatif media terbukti menjadi fondasi penting dalam menciptakan atmosfer kerja yang kondusif bagi operasional di lapangan. Hal tersebut ditegaskan Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi (Kalsul) Haryanto Syafri di Samarinda, Kamis (10/9/2026).

Ia membeberkan bahwa capaian produksi minyak mentah Kaltim sepanjang semester I 2026 sukses menembus 59,3 ribu barel per hari dan gas bumi mencapai 621 juta standar kaki kubik per hari.

Baca Juga: Wajib Garang di Laga Tandang, Borneo Siap Bermain Lebih Efektif di Kandang Persijap

Menurut Haryanto, torehan angka produksi yang apik ini bukan semata hasil kerja mandiri Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dan SKK Migas. Keberhasilan tersebut turut disokong oleh kemitraan erat bersama kalangan media yang konsisten menghadirkan kabar berimbang dan mencerahkan publik.

"Keberhasilan ini bukan usaha KKKS atau SKK Migas semata, tetapi berkat dukungan media. Jalur edukasi lewat pemberitaan ikut menjaga kelancaran seluruh tahapan operasional kami," tutur Haryanto.

Pernyataan itu ia sampaikan saat menutup gelaran Uji Kompetensi Wartawan (UKW) kolaborasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim dan Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW) Pikiran Rakyat.

Dari agenda uji profesi yang didukung SKK Migas tersebut, tercatat 51 jurnalis sukses dinyatakan kompeten dari total 60 peserta jenjang muda maupun madya.

Baca Juga: Sopir Kadis dan Pengacara Terlibat Narkoba Malaysia, Kapolda Kaltim Pastikan Tak Ada Kebal Hukum

Haryanto memaparkan, pasokan migas dari Bumi Etam memiliki fungsi strategis yang melampaui kebutuhan daerah semata. Kekayaan alam Kaltim selama ini menjadi urat nadi yang memasok kebutuhan energi nasional, termasuk menyuplai listrik untuk kawasan barat Indonesia.

Tak kalah krusial, aliran ekspor gas dari Kaltim terus menyumbangkan devisa bernilai tinggi bagi kas negara. Dampak luas ini memperlihatkan betapa pentingnya stabilitas rantai pasok energi yang terus dijaga bersama di daerah.

Menutup sambutannya, Haryanto mengapresiasi komitmen KKKS serta profesionalisme tim penguji LUKW Pikiran Rakyat yang mengawal sertifikasi selama dua hari penuh.

Ia berpesan agar pengakuan kompetensi ini memacu para wartawan untuk semakin produktif menghasilkan karya jurnalistik yang bermutu tinggi. (*)

FUAD MUHAMMAD

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
Haryanto Syafri Migas Kaltim UKW PWI Kaltim SKK Migas Kalsul PWI Kaltim