KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN — Masyarakat tidak hanya disuguhi rangkaian kegiatan Mahligai Nusantara 2026. Di tengah agenda tersebut, kebutuhan pangan sehari-hari juga mendapat ruang melalui pasar murah yang menghadirkan puluhan tenant dengan beragam komoditas.
Pasar murah yang berlangsung di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome pada 11–13 September itu menjadi salah satu titik alternatif masyarakat untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Kegiatan berlangsung setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 14.00 WITA. Lebih dari 20 tenant ikut ambil bagian, mulai dari badan usaha pangan, distributor, pelaku usaha hingga kelompok wanita tani.
Komoditas yang ditawarkan cukup beragam. Mulai dari minyak goreng kemasan, daging sapi, daging ayam, beras, telur ayam ras, aneka sayuran, gula hingga tepung. Masyarakat juga dapat mengikuti program penukaran dua tabung LPG 3 kilogram dengan satu tabung Bright Gas 5,5 kilogram.
Baca Juga: Menggeris Bawa Kayu Kaltim ke Rekor MURI, Buat Jam Tangan Kayu Terkecil, Dibanderol Mulai Rp 4 Juta
Direktur Utama Perumda Manuntung Sukses Andi Sangkuru mengatakan pihaknya ikut berpartisipasi dengan membawa sejumlah bahan pokok yang paling dekat dengan kebutuhan rumah tangga. “Kami bawa beras, gula, telur dan minyak goreng,” kata Andi.
Khusus dalam kegiatan pasar murah tersebut, Perumda Manuntung Sukses memberikan harga di bawah harga normal. “Untuk harga, khusus untuk kegiatan pasar murah ini kami kasih murah. Harganya sudah kami terakan juga. Misalnya beras SPHP normalnya Rp 60 ribu, di sini kami jual Rp 55 ribu. Telur yang biasanya Rp54 ribu, kami jual Rp 50 ribu,” sebutnya.
Potongan harga tersebut dinilai cukup berarti bagi masyarakat, terutama ketika kebutuhan pangan rumah tangga harus dipenuhi dengan anggaran yang sama.
Bagi Andi, esensi pasar murah bukan hanya membuat satu komoditas menjadi lebih murah. Lebih jauh, kegiatan tersebut diharapkan membuat uang yang dibelanjakan masyarakat mampu membawa pulang lebih banyak kebutuhan.
Baca Juga: Kemensos Catat 4,3 Juta KPM Baru Terima Bansos, Penerima Lama Dicoret
“Paling tidak dengan kondisi ekonomi yang saat ini tidak baik-baik saja, dengan uang yang ada masyarakat bisa dapat banyak. Kalau biasanya mungkin dengan uang yang sama mereka cuma bisa dapat beras, hari ini bisa bawa beras dan mungkin minyak,” jelasnya.
Dari sisi stok, Perumda Manuntung Sukses menyiapkan komoditas dalam jumlah sesuai persediaan yang tersedia di gudang. Untuk minyak goreng pada kemarin, disiapkan sekitar 30 bungkus untuk kemasan 1 liter dan 50 bungkus untuk kemasan 2 liter.
Sementara beras SPHP kemasan 5 kilogram disiapkan sebanyak 100 bungkus. Gula pasir kemasan 1 kilogram tersedia sekitar 50 bungkus, sedangkan telur disiapkan sebanyak 15 piring.
Jumlah tersebut merupakan stok awal yang dibawa untuk memenuhi kebutuhan pengunjung pasar murah. Namun, Andi membuka kemungkinan adanya penambahan pasokan apabila persediaan memungkinkan selama tiga hari pelaksanaan.
“Stoknya sesuai dengan yang kami punya di gudang. Mudah-mudahan selama tiga hari ini bisa tambah lagi,” katanya.
Dengan pelaksanaan selama tiga hari, masyarakat memiliki kesempatan untuk datang tidak hanya pada hari pertama. Pasokan juga akan disesuaikan dengan ketersediaan barang yang dimiliki masing-masing peserta.
Baca Juga: Mulai Oktober 2026, Warga 17 Tahun ke Atas Akan Dapat Rekening BRI
Keberadaan Perumda Manuntung Sukses bersama tenant lainnya juga membuat pasar murah tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi, tetapi sekaligus mempertemukan berbagai sumber pasokan pangan dalam satu lokasi.
Di sisi lain, kehadiran banyak penjual membuat masyarakat memiliki alternatif untuk membandingkan kebutuhan yang hendak dibeli. Beras, telur, minyak goreng, gula dan sejumlah komoditas lainnya tersedia dari berbagai peserta.
Andi mengatakan keikutsertaan Perumda Manuntung Sukses dalam kegiatan semacam ini bukan kali pertama. Pihaknya juga turut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan pemerintah maupun agenda daerah yang bertujuan mendekatkan kebutuhan masyarakat. “Kami ikut berpartisipasi di kegiatan-kegiatan seperti ini,” ujarnya.
Pasar murah Mahligai Nusantara 2026 menjadi semakin relevan di tengah perhatian pemerintah terhadap daya beli masyarakat. Ketika harga sejumlah bahan pokok mengalami perubahan akibat faktor produksi maupun distribusi, intervensi melalui penjualan dengan harga lebih rendah dapat memberikan ruang bagi rumah tangga untuk mengatur kembali belanjanya.
Baca Juga: Pelabuhan Balikpapan Masih Rajai Ekspor Kaltim, Tembus USD 465 Juta
"Bagi masyarakat, selisih Rp 5 ribu pada satu kemasan beras dan Rp 4 ribu pada satu porsi telur mungkin terlihat sederhana. Namun, ketika pembelian mencakup beberapa kebutuhan sekaligus, penghematan tersebut dapat dialihkan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga lainnya," ucapnya.
Dengan konsep tersebut, pasar murah menurut tidak semata mengejar transaksi dalam jumlah besar. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok sekaligus menjaga agar tekanan harga tidak sepenuhnya dibebankan kepada konsumen.
Selama tiga hari pelaksanaan, pasar murah di BSCC Dome menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan sekaligus menikmati rangkaian Mahligai Nusantara 2026. Andi berharap kegiatan seperti ini dapat terus memberikan manfaat, terutama bagi masyarakat yang harus berbelanja dengan anggaran terbatas.
“Harapannya, dengan uang yang jumlahnya tetap, masyarakat bisa mendapatkan lebih banyak kebutuhan,” pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo