KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Tiongkok menjadi sumber utama lonjakan impor nonmigas Kalimantan Timur pada Juli 2026. Nilai impor dari Negeri Tirai Bambu itu hampir berlipat ganda hanya dalam sebulan, sementara beberapa negara lain justru mencatat penurunan.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Mas’ud Rifai mengatakan, total impor nonmigas dari 13 negara utama pada Juli mencapai USD72,35 juta. Nilai tersebut naik 31,59 persen dibandingkan Juni USD54,98 juta.
Salah satu pendorongnya berasal dari Tiongkok. Nilai impor dari negara tersebut meningkat USD15,26 juta atau 99,87 persen, dari USD15,27 juta pada Juni menjadi USD30,53 juta pada Juli.
“Total nilai impor nonmigas dari 13 negara utama pada Juli 2026 tercatat USD72,35 juta atau naik USD17,37 juta (31,59 persen) jika dibandingkan dengan Juni 2026,” kata Mas’ud.
Baca Juga: Sengketa Lahan IKN, Partai Buruh Siap Gugat OIKN, Pemkab PPU, hingga Gubernur Kaltim
Kenaikan juga terjadi pada impor dari Federasi Rusia yang mencapai USD12,52 juta pada Juli, setelah pada bulan sebelumnya tidak tercatat adanya impor. Dari Australia, impor naik 76,84 persen menjadi USD1,68 juta.
Namun, pergerakan positif tersebut tidak terjadi di semua kawasan. Impor nonmigas dari ASEAN justru turun 60,05 persen menjadi USD6,94 juta. Impor dari Uni Eropa juga menyusut 25,14 persen menjadi USD10,84 juta.
"Secara kumulatif Januari-Juli 2026, Tiongkok tetap menjadi negara asal impor nonmigas terbesar Kaltim. Nilainya mencapai USD127,13 juta, dengan kontribusi 24,59 persen terhadap total impor nonmigas," beber Mas'ud.
Baca Juga: Geledah Kamar Oknum Pengacara di Balikpapan, Polisi Sita 3 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi
Berikutnya Malaysia menyumbang USD49,95 juta atau 9,67 persen, disusul Amerika Serikat USD48,15 juta atau 9,32 persen. Berdasarkan kawasan, ASEAN menyumbang USD118,80 juta atau 22,99 persen, sedangkan Uni Eropa mencapai USD89,84 juta atau 17,39 persen dari total impor nonmigas Kaltim sepanjang Januari-Juli 2026. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo