HIPMI Balikpapan Kolaborasi dengan UGM, ADB Dorong Pengusaha Muda Tingkatkan Kapasitas

Thomas Priyandoko • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 09:12 WIB
Ketua HIPMI Balikpapan Adam Dustin Bhakti mengenakan jas almameter UGM bersama dengan Makbul Hajad, Ketua Program Studi Magister Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan. (Foto: Istimewa)
Ketua HIPMI Balikpapan Adam Dustin Bhakti mengenakan jas almameter UGM bersama dengan Makbul Hajad, Ketua Program Studi Magister Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan. (Foto: Istimewa)

BALIKPAPAN – Menjadi pengusaha tidak cukup hanya dengan membangun bisnis. Pengembangan kapasitas diri dan pendidikan juga dinilai penting agar pelaku usaha mampu mengikuti perubahan zaman serta mengambil keputusan yang tepat baik dalam bisnis maupun organisasi.

Pesan tersebut disampaikan Ketua Umum HIPMI Balikpapan Adam Dustin Bhakti penandatanganan kerja sama HIPMI Balikpapan dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang dilaksanakan pada Senin (15/9/2026).

Kolaborasi bersama Program Magister Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan (MKIK) UGM itu menjadi ruang bagi pengusaha muda untuk terus belajar dan mengembangkan kapasitas.

Baca Juga: Daya Beli Petani Kaltim Menguat, NTP Agustus 2026 Naik 0,48 Persen

Adam Dustin Bhakti (ADB) mengatakan, dunia usaha terus bergerak sehingga pengusaha tidak boleh berhenti meningkatkan kemampuannya. Menurut CEO Lexa Event ini, pertumbuhan bisnis perlu berjalan beriringan dengan pertumbuhan kapasitas pengusahanya.

“Menjadi pengusaha bukan berarti berhenti belajar. Bisnis kita harus tumbuh, tapi diri kita juga harus terus bertumbuh,” ujar Adam Dustin.

Karena itu, HIPMI tidak hanya diarahkan menjadi wadah membangun jejaring dan mengembangkan bisnis. Organisasi pengusaha muda tersebut juga menjadi ruang untuk meningkatkan pengetahuan, bertukar pengalaman, serta memperluas wawasan.

Kolaborasi HIPMI Balikpapan dengan UGM dinilai dapat mempertemukan pengalaman praktis para pengusaha dengan pendekatan akademik. Pengusaha muda dapat memperoleh perspektif baru terkait kepemimpinan, kebijakan, hingga pengambilan keputusan.

Koordinator Kemitraan Program Studi Magister dan Doktor Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan UGM, Clarashinta Arumdani, S.S., menjelaskan UGM melihat HIPMI Balikpapan sebagai mitra strategis karena mewakili kelompok pengusaha muda yang memiliki potensi untuk berkembang dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

Dari kiri, Clarashinta Arumdani, Makbul Hajad, Prof. Dr. Ahmad Maryudi, Adam Dustin, Dr. Priyaji Agung Pambudi, dan Anisa Zhafira.
Dari kiri, Clarashinta Arumdani, Makbul Hajad, Prof. Dr. Ahmad Maryudi, Adam Dustin, Dr. Priyaji Agung Pambudi, dan Anisa Zhafira usai penandatanganan kerja sama HIPMI Balikpapan dan UGM.

Menurut Clarashinta, program MKIK UGM juga tidak hanya berorientasi pada pendidikan formal. Peserta didorong memiliki kemampuan menganalisis persoalan dan mengambil keputusan berdasarkan data.

Sejumlah materi seperti Analisis Kebijakan Berbasis Data serta Pengambilan Keputusan dan Inovasi menjadi bagian yang relevan dengan kebutuhan pengusaha. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan untuk membaca persoalan dan peluang yang dihadapi dunia usaha.

Baca Juga: Mobilitas Udara Balikpapan Tertekan, Penumpang Luar Negeri Anjlok Tajam

Ia menambahkan, proses pembelajaran juga diharapkan tetap terhubung dengan persoalan nyata di Balikpapan dan Kalimantan Timur. Dengan demikian, pendidikan yang diperoleh tidak berhenti di ruang akademik, tetapi dapat memberikan manfaat bagi daerah.

Balikpapan sendiri memiliki posisi strategis dalam perkembangan Kalimantan Timur, terutama dengan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Kondisi tersebut membuka peluang bagi pengusaha muda untuk mengambil peran lebih besar dalam perekonomian daerah.

"Mereka (pengusaha muda) dapat berperan dalam menciptakan lapangan kerja, memperkuat UMKM dan ekonomi lokal, menghadirkan inovasi, serta membangun kolaborasi dengan pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat," katanya.

Penandatanganan kerja sama tersebut turut dihadiri sejumlah jajaran Program Studi Magister dan Doktor Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan serta Sekolah Pascasarjana UGM.

Baca Juga: BI Sudah Kucurkan Rp 440 Triliun ke Perbankan, Jangan Cuma Diparkir, Kredit ke UMKM Harus Mengalir

Di antaranya Makbul Hajad, S.T.P., M.Eng., Ph.D., Ketua Program Studi Magister Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan; Prof. Dr. Ahmad Maryudi, dan Ketua Program Studi Doktor Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan.

Serta Dr. Priyaji Agung Pambudi, S.Pd., M.Si., Koordinator Unit Penjaminan Mutu Kerja Sama, Humas, dan Promosi Sekolah Pascasarjana UGM dan Anisa Zhafira, S.I.P., Pengelola Layanan Akademik Magister Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan.

Melalui kolaborasi HIPMI Balikpapan dan UGM, pengembangan pengusaha muda  diharapkan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis.

Pendidikan dan peningkatan kapasitas menjadi bagian penting agar mereka mampu berkembang sekaligus memberi kontribusi lebih luas bagi pembangunan Kaltim.(*)

 

Editor : Thomas Priyandoko
UGM Yogyakarta Kolaborasi Hipmi UGM Yogyakarta HIPMI Balikpapan Adam Dustin Bhakti