Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen, Konsumsi Rumah Tangga Masih Jadi Penopang

Raden Roro Mira Budi Asih • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 17:36 WIB
KONSUMSI: Konsumsi rumah tangga jadi pengerek utama pertumbuhan di tengah tekanan ekonomi global.
KONSUMSI: Konsumsi rumah tangga jadi pengerek utama pertumbuhan di tengah tekanan ekonomi global.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Perekonomian Indonesia masih mencatat pertumbuhan kuat pada triwulan II-2026 meski lajunya melambat dibandingkan periode sebelumnya.

Investasi, belanja pemerintah, serta konsumsi rumah tangga menjadi penopang utama pertumbuhan di tengah tekanan ekonomi global.

Perkembangan ekonomi domestik tersebut menjadi bagian dari penilaian Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terhadap kondisi perekonomian dan sektor jasa keuangan.

“Di sisi domestik, pertumbuhan ekonomi triwulan II-2026 tercatat tetap kuat dengan tumbuh 5,29 persen yoy,” kata Kepala OJK Kaltim-Kaltara Misran Pasaribu, berdasarkan hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK.

Baca Juga: Pemkab Kutai Barat Siapkan Langkah Konkret Dorong Investasi dan Digitalisasi Daerah

Pertumbuhan tersebut lebih rendah dibandingkan triwulan I-2026 yang mencapai 5,61 persen. Meski demikian, aktivitas ekonomi masih mendapat dukungan dari investasi dan belanja pemerintah. Konsumsi rumah tangga yang kuat juga masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas domestik tetap berjalan meski perekonomian global menghadapi sejumlah tekanan.

Namun, sejumlah indikator masih perlu dicermati. Inflasi Agustus 2026 tercatat sebesar 3,19 persen yoy. Sementara itu, aktivitas manufaktur berada di zona kontraksi dengan Purchasing Managers' Index (PMI) 49,8.

Tekanan juga terlihat dari sisi ketahanan eksternal. Perkembangan ketahanan eksternal perekonomian termoderasi seiring berlanjutnya defisit neraca perdagangan pada Juni 2026.

Baca Juga: Pengepul Pertalite dan Biosolar di Kukar dan Kutim Dibongkar, Ribuan Liter BBM Bersubsidi Diamankan

Selain itu, defisit transaksi berjalan pada triwulan II-2026 meningkat menjadi 3,3 persen dari PDB. Kondisi tersebut berlangsung ketika perekonomian global juga menghadapi perlambatan.

Mayoritas negara mencatatkan pertumbuhan yang lebih rendah pada triwulan II-2026, sementara tekanan inflasi dan dinamika pasar keuangan global masih menjadi perhatian.

Meski pertumbuhan domestik tetap kuat, kombinasi tekanan inflasi, kontraksi manufaktur, serta pelemahan ketahanan eksternal menjadi bagian dari dinamika yang mewarnai perekonomian Indonesia pada periode tersebut. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
ekonomi triwulan II 2026 konsumsi rumah tangga investasi indonesia pertumbuhan ekonomi indonesia ekonomi indonesia 2026