KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Pasar saham domestik mulai menunjukkan pemulihan pada Agustus 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 6.525,48 atau meningkat 4,64 persen secara month-to-month (mtm). Meski demikian, secara year-to-date (ytd), IHSG masih terkoreksi 24,53 persen.
Baca Juga: Kabut Asap Mengkhawatirkan, Sekolah di Kutim Beralih ke PJJ
Pergerakan tersebut turut dibarengi dengan kondisi likuiditas pasar modal yang semakin membaik. “Adapun resiliensi dan likuiditas pasar modal domestik secara umum tetap manageable,” kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (OJK Kaltim-Kaltara) Misran Pasaribu.
Aliran modal investor asing juga masih berlanjut. Pada Agustus 2026, investor asing mencatatkan net buy di pasar saham domestik Rp1,19 triliun, meski lebih rendah dibandingkan Juli yang mencapai Rp1,62 triliun.
Baca Juga: Tekankan Perencanaan Jangka Panjang, Bupati Minta Rekonstruksi Jalan Sendawar Digarap Menyeluruh
Perbaikan likuiditas tercermin dari rata-rata bid-ask spread yang menyempit dari 1,33 persen pada Juli menjadi 1,17 persen pada Agustus. Aktivitas transaksi pun meningkat. Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) naik dari Rp14,31 triliun pada Juli menjadi Rp15,86 triliun pada Agustus.
“Rata-rata bid-ask spread di pasar saham domestik menyempit ke level 1,17 persen sejalan dengan arah recovery pergerakan pasar di bulan laporan,” ujar Misran. Penguatan juga terlihat di pasar obligasi.
Baca Juga: Samarinda Diselimuti Kabut Asap Pekat, Kadishub Ingatkan Bahaya Lalu Lintas Darat dan Sungai
Indonesia Composite Bond Index (ICBI) pada akhir Agustus berada di level 440,04 atau naik 2,23 persen secara mtm. Secara ytd, indeks tersebut masih terkoreksi tipis 0,18 persen.
Yield Surat Berharga Negara (SBN) secara rata-rata meningkat 26,48 basis points (bps) secara mtm. Di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi, pergerakan tersebut ditopang membaiknya sentimen domestik. Minat investor asing terhadap SBN juga tetap positif.
Net buy tercatat Rp15,35 triliun secara mtm pada Agustus, meningkat dibandingkan Rp6,79 triliun pada Juli. Sementara pasar obligasi korporasi mencatatkan net sell tipis Rp0,07 triliun pada Agustus, membaik dari Rp0,26 triliun pada Juli. (*)
Editor : Sukri Sikki