Investor Pasar Modal Tembus 31,14 Juta, Fundraising Korporasi Rp128,80 Triliun

Raden Roro Mira Budi Asih • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 16:21 WIB
TUMBUH: Secara year to date, jumlah investor tumbuh 52,90 persen mencapai 31,14 juta.
TUMBUH: Secara year to date, jumlah investor tumbuh 52,90 persen mencapai 31,14 juta.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Pasar modal dalam negeri terus memperluas basis investor. Sepanjang Agustus 2026, jumlah investor bertambah 1,07 juta secara month to month (mtm).

Secara year to date (ytd), jumlah investor tumbuh 52,90 persen menjadi 31,14 juta. Pertumbuhan tersebut berjalan seiring dengan penguatan ekosistem digital di industri pasar modal.

“Sejalan dengan inisiatif penguatan ekosistem digital di industri pasar modal, jumlah investor di pasar modal dalam negeri terus menunjukkan tren peningkatan,” beber Kepala Otoritas Jasa Keuangan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (OJK Kaltim-Kaltara) Misran Pasaribu.

Baca Juga: Konsumsi dan Industri Jadi Penyangga Ekonomi di Tengah Ketidakpastian Global

Di sisi pengelolaan investasi, nilai Asset Under Management (AUM) pada Agustus mencapai Rp1.013,03 triliun. Nilai tersebut meningkat 0,03 persen secara mtm, meski secara ytd termoderasi 2,85 persen.

Nilai Aktiva Bersih (NAB) Reksa Dana juga naik 0,05 persen mtm menjadi Rp652,88 triliun. Namun secara ytd, NAB termoderasi 3,32 persen. Investor Reksa Dana mencatatkan net redemption Rp8,50 triliun secara mtm.

Ekosistem investasi juga bertambah dengan hadirnya ETF Emas. Sejak diluncurkan pada 10 Agustus hingga 31 Agustus 2026, terdapat tujuh produk ETF Emas yang diterbitkan tujuh Manajer Investasi dengan dana kelolaan Rp90,39 miliar.

Sementara dari sisi korporasi, penghimpunan dana di pasar modal hingga akhir Agustus 2026 secara ytd mencapai Rp128,80 triliun.

Baca Juga: Krisis Air Bersih Meluas di Samarinda, Dana BTT Dikerahkan untuk Armada Tangki dan Tandon Warga

“Penghimpunan dana oleh korporasi domestik di pasar modal domestik tetap kuat,” ujar Misran. Dana tersebut terdiri dari tujuh IPO, 12 PUT, sembilan Penawaran Umum EBUS, dan 111 Penawaran Umum Berkelanjutan EBUS.

Masih terdapat 24 rencana Penawaran Umum dalam pipeline dengan nilai indikatif Rp48,31 triliun. Penggalangan dana melalui Securities Crowdfunding (SCF) juga mencatat tambahan.

Sepanjang Agustus terdapat 16 efek baru dan tiga penerbit baru dengan dana dihimpun Rp29,97 miliar. Secara agregat, dana yang dihimpun melalui SCF telah mencapai Rp2,04 triliun.

Di pasar derivatif, sejak 10 Januari 2025 hingga 31 Agustus 2026, terdapat 113 pihak yang memperoleh persetujuan prinsip dari OJK. Volume transaksi Agustus mencapai 55.000 lot dan secara kumulatif Januari-Agustus mencapai 352.853 lot.

Sementara itu, bursa karbon telah mencatat 159 pengguna jasa terdaftar sejak diluncurkan pada 26 September 2023. Volume transaksi secara agregat mencapai 1,98 juta tCO2e dengan akumulasi nilai transaksi Rp93,90 miliar. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
Investor pasar modal reksa dana bursa efek indonesia Ekonomi Kaltim OJK Kaltim Kaltara