KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) membuat banyak hal dalam kehidupan berubah. Dari cara orang bekerja, memperoleh informasi, hingga bagaimana sejumlah profesi menjalankan tugasnya. Namun, di balik kemudahan yang ditawarkan ada hal lain yang tak kalah penting untuk diperhatikan.
Yakni bagaimana teknologi tersebut digunakan dan dikembangkan agar tidak menimbulkan kerugian bagi manusia. Hal itu disampaikan Maxwell Scott, pakar tata kelola AI dari Amerika Serikat yang kini menjabat Chief Technology Officer (CTO) sekaligus Co-Founder StratAlliance Global saat berkunjung ke Kaltim Post, Jumat (18/9).
Kunjungan tersebut digelar Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta untuk mempererat hubungan sekaligus menjajaki potensi kolaborasi dengan Kaltim Post Group. Scott menceritakan bagaimana dirinya kemudian terlibat dalam bidang tata kelola AI. Perjalanan itu bermula dari kariernya sebagai diplomat Amerika Serikat yang berfokus pada diplomasi teknologi di luar negeri.
Baca Juga: Melihat Dadu Bergambar, Inovasi Tanoto dan Gulinum, Buat Belajar Lebih Menyenangkan
Dalam pekerjaannya, Maxwell melihat AI semakin memiliki peran penting di berbagai sektor. Pengalaman sebagai diplomat tersebut kemudian digunakannya saat terlibat dalam pengembangan tata kelola AI di Microsoft. Di sana, dia dipercaya menjadi Senior Program Manager di Office of Responsible AI Microsoft.
"Ketika saya mulai melakukan pekerjaan ini, saya melihat semakin pentingnya AI. Dari situlah saya semakin memusatkan perhatian pada AI dan menggunakan pengalaman saya sebagai diplomat untuk membangun tata kelola AI yang kemudian berkembang di Microsoft," ujar Maxwell.
Menurut dia, perkembangan AI kini telah menyentuh banyak bidang. Mulai dari hukum, jasa profesional, kedokteran, penelitian hingga jurnalistik. "AI mengubah cara kita menjalankan jurnalisme," katanya.
Bagi Maxwell, AI merupakan teknologi yang serbaguna. Teknologi itu dapat digunakan untuk membantu manusia melakukan berbagai hal, tetapi pada saat yang sama juga memiliki potensi menimbulkan dampak buruk apabila tidak digunakan dengan tepat.
Baca Juga: Beban Sertifikasi SNI Bikin IKM Gamang Naik Kelas, Komisi VII Beri Atensi Khusus
Karena itu, menurut dia, tata kelola diperlukan untuk menetapkan aturan dasar bagi pihak yang menggunakan, mengembangkan maupun menerapkan AI. "Tata kelola AI merupakan cara untuk mencegah teknologi ini merugikan manusia, dengan menetapkan aturan dasar. Baik bagi orang yang menggunakan teknologi tersebut maupun bagi pihak yang mengembangkan dan menerapkannya," ujarnya.
Pemerintah, lanjut Maxwell, juga memiliki peran untuk memastikan adanya perlindungan agar sistem AI tidak dikembangkan dengan kemampuan yang pada akhirnya dapat menyebabkan kerugian bagi seseorang.
Namun, tanggung jawab tersebut tidak hanya berada di tangan pemerintah. Setiap individu yang menggunakan AI juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan teknologi tersebut digunakan secara bertanggung jawab. "Baik individu maupun pemerintah memiliki peran dalam memikirkan bagaimana teknologi ini seharusnya digunakan di masa depan," katanya.
Perubahan yang dibawa AI juga tidak terlepas dari kekhawatiran mengenai pekerjaan manusia. Maxwell mengatakan, teknologi tersebut memang akan membawa perubahan terhadap berbagai industri dan aspek ekonomi. Menurut dia, AI dapat mengubah cara masyarakat memperoleh informasi, bagaimana pengiklan menjalankan aktivitasnya, hingga cara dokter memberikan layanan.
Meski begitu, ia melihat ada kemampuan manusia yang tetap memiliki nilai penting. Di antaranya kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta kemampuan untuk menilai dan membedakan sesuatu.
"AI akan mengubah bidang-bidang tersebut. Namun, hal yang tidak akan berubah adalah nilai dari kemampuan berpikir kritis, kreativitas manusia dan kemampuan manusia untuk menilai serta membedakan sesuatu," jelasnya.
Baca Juga: Telkomsel dan MAP Luncurkan MAPrivilege, Ekosistem Digital dan Gaya Hidup dalam Satu Akses
Ia mengatakan masyarakat akan melihat perubahan pada sejumlah pekerjaan dan aspek kehidupan sosial maupun ekonomi seiring perkembangan AI. Kondisi tersebut membuat manusia perlu terus beradaptasi dengan teknologi yang berkembang. Maxwell juga mengamini pandangan bahwa AI dapat digunakan sebagai alat pendukung dalam pekerjaan manusia. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo