KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Penggunaan layanan buy now pay later (BNPL) terus meningkat di tengah ekspansi kredit perbankan pada Juli 2026. Meski porsinya terhadap total kredit masih relatif kecil, pertumbuhan BNPL tercatat lebih dari 30 persen secara tahunan.
Baki debet kredit BNPL yang tercatat dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) mencapai Rp31,56 triliun per Juli 2026.
“BNPL tumbuh 31,22 persen yoy pada Juli 2026. Jumlah rekeningnya juga meningkat menjadi 33,50 juta, dari 32,77 juta rekening pada Juni,” ungkap Kepala Otoritas Jasa Keuangan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (OJK Kaltim-Kaltara) Misran Pasaribu.
Pertumbuhan tersebut memang melambat dibandingkan bulan sebelumnya. Pada Juni 2026, kredit BNPL tumbuh 33,54 persen yoy. Namun, laju pertumbuhan pada Juli masih berada di atas 30 persen.
Baca Juga: Pertama di Kalimantan, RSUD IA Moeis Samarinda Buka Klinik Gagal Jantung Ditanggung BPJS
Dari sisi porsi, baki debet BNPL menyumbang sekitar 0,35 persen terhadap total kredit perbankan. Artinya, peningkatan penggunaan fasilitas tersebut belum mengubah struktur utama penyaluran kredit perbankan secara keseluruhan.
Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan justru menunjukkan akselerasi. "Pada Juli 2026, DPK tumbuh 11,21 persen yoy menjadi Rp10.336 triliun. Pertumbuhan tersebut meningkat dibandingkan Juni yang 10,21 persen yoy. Pertumbuhan DPK tertinggi berasal dari deposito 13,13 persen yoy, kemudian giro 11,81 persen yoy dan tabungan 8,37 persen yoy,” sebut Misran.
Ketersediaan likuiditas perbankan juga masih berada pada level yang memadai. Rasio Alat Likuid terhadap Non-Core Deposit (AL/NCD) tercatat 102,45 persen, sedangkan rasio Alat Likuid terhadap DPK (AL/DPK) berada di level 23,10 persen. Kedua rasio tersebut masih berada di atas ambang batas masing-masing 50 persen dan 10 persen. Sementara itu, Liquidity Coverage Ratio (LCR) tercatat 187,5 persen.
Baca Juga: Kredit Perbankan Makin Ngebut, Kredit Investasi Tumbuh 25,13 Persen
Kondisi likuiditas tersebut berjalan beriringan dengan kualitas kredit yang relatif terjaga. NPL gross berada pada level 2,10 persen dan NPL net 0,81 persen. Adapun LaR tercatat 8,39 persen. Dari sisi profitabilitas, Return on Assets (ROA) perbankan berada di level 2,45 persen. Angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan Juni yang sebesar 2,47 persen.
Sementara itu, ketahanan permodalan perbankan tetap kuat. CAR meningkat menjadi 23,84 persen pada Juli 2026 dari 23,70 persen pada bulan sebelumnya. “CAR tercatat 23,84 persen, menunjukkan buffer mitigasi risiko perbankan masih memadai,” tutup Misran. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo