KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Aktivitas angkutan laut luar negeri di Pelabuhan Semayang dan Pelabuhan Peti Kemas Kariangau Balikpapan mengalami tekanan cukup dalam sepanjang Juli 2026.
"Volume barang angkutan laut luar negeri yang dibongkar hanya mencapai 613 ton. Angka tersebut merosot 77,42 persen dibandingkan Juni 2026 yang mencapai 2.715 ton," sebut Kepala BPS Balikpapan Marinda Dama Prianto.
Penurunan semakin tajam jika dibandingkan dengan Juli 2025. Volume bongkar pada Juli 2026 turun hingga 95,62 persen dari 14.004 ton pada Juli tahun sebelumnya.
Bukan hanya aktivitas bongkar, volume barang yang dimuat untuk angkutan laut luar negeri juga mengalami kontraksi.
Baca Juga: Kabut Asap Bontang Mereda, Kualitas Udara Masuk Kategori Sedang
Pada Juli 2026, barang yang dimuat hanya tercatat 3 ton. Jumlah tersebut turun 98,45 persen dibandingkan Juni 2026 yang mencapai 194 ton.
Secara tahunan, penurunannya bahkan mencapai 96,10 persen. Dengan kondisi tersebut, total barang angkutan laut luar negeri yang dibongkar dan dimuat pada Juli 2026 hanya mencapai 616 ton. Padahal pada Juli 2025 totalnya mencapai 14.081 ton.
Marinda mengatakan, angka tersebut menggambarkan perubahan signifikan pada aktivitas angkutan barang luar negeri yang melalui dua pelabuhan utama tersebut.
“Kalau kita lihat perbandingannya, penurunan secara tahunan memang cukup besar, baik untuk barang yang dibongkar maupun yang dimuat,” ujar Marinda.
Baca Juga: BWS Kalimantan IV Imbau Warga Hemat Air Hadapi Musim Kemarau
Secara struktur, aktivitas bongkar masih mendominasi. Dari total 616 ton barang luar negeri pada Juli, sekitar 99,51 persen merupakan barang yang dibongkar, sementara barang yang dimuat hanya 0,49 persen.
Kondisi ini berbeda jauh dibandingkan angkutan laut domestik yang volumenya mencapai ratusan ribu ton. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas pelabuhan Balikpapan pada Juli lebih banyak ditopang oleh pergerakan barang antardaerah di dalam negeri dibandingkan arus perdagangan melalui jalur laut internasional.
"Penurunan ini juga menjadi catatan bagi perkembangan aktivitas perdagangan luar negeri, sebab, selain volume barang, jumlah kunjungan kapal luar negeri pada periode yang sama juga mengalami perubahan signifikan," terangnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo