KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN — Platinum Convention Hall mulai menunjukkan geliatnya sebagai salah satu fasilitas meeting, incentive, convention and exhibition (MICE) baru di Balikpapan. Sejak diperkenalkan kepada masyarakat pada 20 Mei 2026, fasilitas yang menjadi bagian dari Platinum Hotel Balikpapan tersebut mulai menerima beragam kegiatan berskala besar.
"Memasuki beberapa bulan operasionalnya, aktivitas di convention hall mulai terlihat dari masuknya sejumlah agenda pemerintahan, korporasi hingga kegiatan sosial dan pernikahan," ungkap Direktur Operasional Platinum Group Indonesia Soegianto, kemarin (21/9).
Keberadaan ballroom baru tersebut kata Soegianto, mulai memberikan tambahan pilihan ruang bagi penyelenggara kegiatan yang membutuhkan venue dengan kapasitas besar dan fasilitas lebih lengkap. "Alhamdulillah, dengan adanya tambahan ballroom ini akhirnya forum kita dipakai oleh Pak Menteri Dalam Negeri kemarin," imbuhnya.
Baca Juga: Redam Lonjakan Harga Cabai, BI Balikpapan Ajak Warga Maksimalkan Pekarangan
Penggunaan tersebut menjadi salah satu perkembangan penting bagi pengelola, mengingat fasilitas baru itu memang diarahkan untuk menangkap kebutuhan kegiatan berskala nasional. Tidak hanya agenda pemerintahan, sejumlah kegiatan dari sektor korporasi juga mulai masuk. Salah satunya dari industri pengolahan yang sebelumnya pernah menggelar kegiatan di Platinum Hotel.
"Sudah beberapa kali dipakai. Kemarin juga ada dari industri pengolahan. Dulu pernah di Platinum, kemudian pindah ke tempat lain, akhirnya kemarin kembali lagi," ujarnya. Pergerakan pasar juga mulai terlihat dari sektor wedding. Menurut Soegianto, calon pengguna maupun penyelenggara acara mulai melihat keberadaan ballroom baru sebagai alternatif menggelar resepsi dengan kapasitas lebih besar.
"Wedding juga sudah mulai bergerak. Mereka mulai melihat karena ada ballroom baru, jadi pilihannya lebih banyak," katanya. Soegianto berharap keberadaan convention hall dapat menjadi penyangga tambahan bagi bisnis Platinum Hotel Balikpapan. Dengan fasilitas baru tersebut, hotel tidak hanya mengandalkan pasar kamar, tetapi juga dapat menangkap aktivitas dari penyelenggaraan kegiatan.
Baca Juga: Dukung Mitigasi Karhutla di Muara Badak, PT SUAN Salurkan Bantuan Logistik Relawan
Convention hall memiliki ruang utama dengan ukuran sekitar 65 meter x 35 meter dan tinggi langit-langit mencapai delapan meter. Ruangan tersebut dilengkapi fasilitas pendukung, termasuk videotron, sehingga dapat digunakan untuk konferensi, forum pemerintahan, pameran, expo, kegiatan perusahaan hingga resepsi.
"Harapannya begitu. Karena ballroom saya baru, kemudian fasilitasnya juga sudah ada, videotron dan semuanya. Mudah-mudahan ini menjadi penambahan fasilitas dan bisa menarik beberapa tamu untuk datang ke Platinum," ujar Soegianto.
Keberadaan gedung baru juga memungkinkan pengelola menggabungkan convention hall dengan ballroom lama. Skema tersebut membuat kapasitas dan fungsi ruang dapat disesuaikan dengan kebutuhan penyelenggara.
Untuk kegiatan besar, misalnya, convention hall dapat digunakan sebagai ruang utama, sementara ballroom lama dimanfaatkan sebagai area pameran, ruang pendukung, registrasi maupun kegiatan lainnya.
Kapasitas convention hall sendiri mencapai sekitar 3.000 orang. Jika gedung baru, ballroom lama dan fasilitas terkait digunakan secara bersamaan, kapasitas keseluruhan dapat mencapai sekitar 6.000 tamu.
Selain ruang utama, bangunan tiga lantai tersebut juga dilengkapi 12 ruang meeting di lantai dua. Kehadiran ruang-ruang berukuran lebih kecil ini membuat fasilitas tersebut tidak hanya bergantung pada kegiatan berskala ribuan orang, tetapi juga dapat melayani rapat, pertemuan bisnis dan agenda perusahaan dengan jumlah peserta lebih terbatas.
Masuknya berbagai kegiatan ke convention hall juga membawa peluang ekonomi yang lebih luas. Setiap event berpotensi menciptakan permintaan terhadap kamar hotel, makanan dan minuman, transportasi, dekorasi, jasa dokumentasi, penyewaan perlengkapan acara hingga produk UMKM.
Bagi Balikpapan, perkembangan tersebut menjadi bagian dari ekosistem ekonomi MICE yang semakin penting seiring posisi kota sebagai salah satu gerbang utama menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).
Baca Juga: Geger Temuan Jasad Bayi dalam Tas Ransel di Tenggarong Seberang, Polisi Amankan Ibu Kandung
Soegianto mengatakan, manfaat dari keberadaan venue berskala besar tidak hanya berhenti pada pengelola hotel. "Kalau event-event besar terus berjalan, otomatis semuanya bisa merasakan. UMKM bergerak, masyarakat juga ikut merasakan pertumbuhan ekonomi," katanya.
Dengan mulai masuknya agenda pemerintahan, korporasi dan wedding, Platinum Convention Hall kini memasuki fase baru: bukan lagi sekadar fasilitas baru yang diperkenalkan kepada pasar, tetapi mulai diuji oleh aktivitas event yang nyata.
"Bagi industri perhotelan dan MICE Balikpapan, bertambahnya ruang dengan kapasitas besar tersebut membuka peluang untuk menangkap lebih banyak kegiatan yang sebelumnya harus menyesuaikan dengan keterbatasan venue," pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo