KALTIMPOST.ID, BALILPAPAN - Kinerja ekspor komoditas melalui pelabuhan di Kota Balikpapan mengalami penurunan signifikan pada Juli 2026 setelah sempat mencatatkan capaian tertinggi sepanjang tahun pada bulan sebelumnya.
Berdasarkan rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan, nilai ekspor pada Juli 2026 tercatat sebesar USD 438,11 juta. Angka ini mengalami penurunan tajam sebesar 34,42 persen dibandingkan capaian Juni 2026 yang sempat menembus USD 668,07 juta.
Dalam kurun waktu satu bulan, nilai perdagangan luar negeri melalui pintu gerbang Kota Minyak ini menyusut hingga USD 229,96 juta. Kondisi tersebut dipicu oleh koreksi yang terjadi secara bersamaan pada dua sektor utama pengiriman barang ke luar negeri.
Baca Juga: 39 Tahun Swiss-Belhotel International, Swiss-Belinn Balikpapan, Berbagi Kebahagiaan di Panti Asuhan
"Penurunan nilai ekspor pada Juli 2026 ini terjadi baik pada sektor migas maupun nonmigas," ungkap Kepala BPS Balikpapan Marinda Dama.
Marinda menjelaskan bahwa sektor migas mengalami kontraksi yang paling dalam. Sementara itu, kelompok nonmigas yang selama ini menjadi penopang utama neraca ekspor Balikpapan juga turut melandai pada periode yang sama.
"Ekspor migas mengalami kontraksi paling dalam, sedangkan kelompok nonmigas yang menjadi penopang utama perdagangan kita juga ikut terkoreksi," terang Marinda.
Kendati mengalami pelemahan cukup dalam secara bulanan, catatan ekspor Juli 2026 sebenarnya masih menunjukkan tren positif jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada Juli 2025, nilai ekspor Balikpapan tercatat USD 433,08 juta, yang berarti secara tahunan (year on year) masih tumbuh 1,16 persen.
Baca Juga: Siswa SD Lampung Tengah Meninggal Usai Tersedak Kelengkeng dari Menu MBG
Sepanjang tujuh bulan pertama tahun 2026, aktivitas ekspor Balikpapan memang memperlihatkan tren yang sangat dinamis dan fluktuatif. Pada Januari, ekspor dibuka pada angka USD 511,94 juta dan naik menjadi USD 536,31 juta pada Februari.
Namun, pergerakan kembali melandai ke level USD 383,99 juta pada Maret. Nilai pengapalan barang kemudian melonjak menjadi USD 569,13 juta pada April, terkoreksi ke USD 450,54 juta pada Mei, sebelum akhirnya melonjak ke rekor tertinggi USD 668,07 juta pada Juni.
"Pola pergerakan angka ini memperlihatkan tingginya dinamika pasar serta fluktuasi permintaan komoditas ekspor Balikpapan sepanjang tahun berjalan," pungkas Marinda.
Fluktuasi nilai ekspor ini menjadi perhatian pelaku usaha dan pemangku kebijakan dalam menjaga stabilitas arus logistik serta ketahanan komoditas andalan daerah di pasar global. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo