Impor Minyak Mentah Balikpapan Tembus USD 3,23 Miliar, Porsinya Capai 74,64 Persen

Ulil Mu'Awanah • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 17:56 WIB
MIGAS: Nigeria jadi negara terbesar yang berkontribusi pada total impor Balikpapan.
Ilustrai impor minyak

KALTIMPOST.ID-Struktur impor Balikpapan masih didominasi kebutuhan energi. Sepanjang Januari–Juli 2026, impor minyak mentah mencapai USD 3,23 miliar atau mengambil porsi 74,64 persen dari total impor kota.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan Marinda Dama mengatakan, minyak mentah menjadi komoditas terbesar dalam struktur impor, jauh melampaui kelompok barang lainnya.

Nilai impor minyak mentah sepanjang tujuh bulan pertama 2026 tersebut meningkat 168,40 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Besarnya kebutuhan minyak mentah turut mendorong total impor Balikpapan sepanjang Januari–Juli 2026 mencapai USD 4,33 miliar.

Baca Juga: Produk Bagus Saja Tak Cukup, Perajin Balikpapan Harus Kuasai Digitalisasi dan Media Sosial

Jika dilihat secara bulanan, impor minyak mentah pada Juli tercatat USD 486,28 juta. Nilainya turun 50,67 persen dibandingkan Juni yang mencapai USD 985,71 juta.

Namun, secara tahunan (year-on-year/yoy), kondisinya berbanding terbalik. Impor minyak mentah Juli 2026 melonjak 152,79 persen dibandingkan Juli 2025 yang hanya USD 192,36 juta.

“Secara year-on-year, total impor pada Juli 2026 naik sebesar 86,20 persen dibandingkan Juli 2025. Meningkatnya impor golongan migas memiliki andil besar dalam peningkatan impor tahunan tersebut,” kata Marinda.

Artinya, meski mengalami koreksi dibandingkan Juni, impor minyak mentah pada Juli masih sekitar dua setengah kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dominasi migas tidak hanya berasal dari minyak mentah. Impor gas pada Juli mencapai USD 28,70 juta, turun 36,32 persen dibandingkan Juni dan melemah 31,92 persen secara tahunan.

Sementara impor hasil minyak tercatat USD 71 juta. Nilainya turun 22,82 persen secara bulanan, tetapi masih tumbuh 92,47 persen dibandingkan Juli 2025.

Baca Juga: Kabut Asap di Kutim Bikin Belajar Jarak Jauh, Distribusi MBG untuk TK hingga SMP Masih Dihentikan

Jika seluruh komponen tersebut digabungkan, impor migas Balikpapan pada Juli mencapai USD 585,98 juta.

Angka itu mendominasi total impor Balikpapan pada bulan yang sama sebesar USD 631,24 juta. Sementara kelompok nonmigas hanya menyumbang USD 45,26 juta.

Pergerakan minyak mentah pun memiliki pengaruh besar terhadap naik-turunnya nilai impor Balikpapan.

Kondisi itu terlihat pada Juni ketika impor minyak mentah mencapai USD 985,71 juta dan mendorong total impor hingga sekitar USD 1,17 miliar.

Sebulan kemudian, ketika impor minyak mentah turun menjadi USD 486,28 juta, total impor Balikpapan ikut terkoreksi menjadi USD 631,24 juta.

Secara kumulatif, impor nonmigas sepanjang Januari–Juli hanya mencapai USD 365,90 juta atau 8,45 persen dari total impor.

Komposisi tersebut menunjukkan besarnya pengaruh kebutuhan bahan baku energi terhadap perdagangan internasional melalui Balikpapan.

Perubahan jadwal pengapalan maupun volume minyak mentah dapat membuat nilai impor kota berfluktuasi tajam antarb bulan.

Besarnya impor minyak mentah juga tidak terlepas dari posisi Balikpapan sebagai salah satu pusat pengolahan energi nasional. Karena itu, dinamika impor kota masih sangat dipengaruhi kebutuhan pasokan untuk aktivitas industri pengolahan migas. (rd)

Editor : Romdani.
karhutla Kaltim bahan bakar minyak (bbm) Pertamina Hulu Indonesia minyak mentah Kutai Barat