Impor Balikpapan Turun 46,47 Persen pada Juli, tapi Masih Melonjak 86,20 Persen secara Tahunan

Ulil Mu'Awanah • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 17:59 WIB
NAIK: Lonjakan impor minyak mentah menjadi sorotan utama dalam perkembangan perdagangan luar negeri Balikpapan.
Impor Balikpapan.

KALTIMPOST.ID-Aktivitas impor melalui pelabuhan di Balikpapan mengalami koreksi tajam pada Juli 2026. Penurunan terutama dipengaruhi berkurangnya impor minyak dan gas bumi (migas), setelah pada bulan sebelumnya mencatat lonjakan tinggi.

Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan mencatat nilai impor pada Juli sebesar USD 631,24 juta. Angka itu turun 46,47 persen dibandingkan Juni 2026 yang mencapai sekitar USD 1,17 miliar.

“Nilai impor yang melalui pelabuhan di Kota Balikpapan pada Juli 2026 tercatat sebesar USD 631,24 juta atau turun sebesar 46,47 persen dibandingkan dengan Juni 2026,” kata Kepala BPS Balikpapan Marinda Dama.

Penurunan terutama berasal dari berkurangnya impor migas, khususnya minyak mentah. Pada Juni, komoditas tersebut menjadi pendorong utama tingginya nilai impor Balikpapan.

Baca Juga: Regenerasi Pengrajin Balikpapan Jadi Tantangan, Kurang dari 10 Persen Anak Muda Serius Tekuni Batik

Meski terkoreksi secara bulanan, kinerja impor masih tumbuh tinggi jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Secara tahunan (year-on-year/yoy), nilai impor Juli 2026 meningkat 86,20 persen.

Pada Juli 2025, impor tercatat USD 339,01 juta. Artinya, terdapat kenaikan sekitar USD 292,23 juta dalam setahun. Pergerakan impor Balikpapan sepanjang 2026 memang berfluktuasi. Pada Januari, nilainya berada di kisaran USD 590 juta, kemudian melandai pada Februari dan Maret.

Impor kembali meningkat pada April sebelum melambat pada Mei. Lonjakan kemudian terjadi pada Juni hingga mencapai sekitar USD 1,17 miliar, tertinggi sepanjang paruh pertama 2026.

Tingginya impor pada Juni terutama dipengaruhi kedatangan minyak mentah dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan kilang. Ketika pengiriman kembali ke pola normal pada Juli, nilai impor ikut terkoreksi.

Berdasarkan kelompok komoditas, impor migas mengalami penurunan terdalam. Nilainya menyusut 47,81 persen, dari USD 1,12 miliar pada Juni menjadi USD 585,98 juta pada Juli.

Koreksi juga terjadi pada kelompok nonmigas. Nilai impornya turun 19,73 persen, dari USD 56,38 juta menjadi USD 45,26 juta.

Data tersebut sekaligus memperlihatkan besarnya pengaruh migas terhadap struktur impor Balikpapan. Sepanjang Januari–Juli 2026, akumulasi impor mencapai USD 4,33 miliar.

Baca Juga: Penataan Guru Kaltim Jangan Sekadar Mutasi, Kompetensi dan Kebutuhan Sekolah Harus Dipetakan

Dari jumlah tersebut, migas menyumbang USD 3,96 miliar atau 91,55 persen. Sementara impor nonmigas hanya USD 365,90 juta atau 8,45 persen.

Dengan komposisi tersebut, pergerakan impor Balikpapan sangat dipengaruhi kebutuhan minyak mentah sebagai bahan baku pengolahan energi.

Perubahan jadwal dan volume pengapalan dapat membuat nilai impor berfluktuasi cukup tajam dari bulan ke bulan.

Di sisi lain, BPS mencatat perdagangan nonmigas masih membukukan surplus. Tekanan terhadap neraca perdagangan terutama berasal dari tingginya kebutuhan impor migas untuk mendukung kegiatan pengolahan energi di Balikpapan.

Ke depan, pergerakan impor diperkirakan tetap dinamis mengikuti kebutuhan dan jadwal pasokan minyak mentah.

Sementara kinerja perdagangan nonmigas menjadi penyeimbang di tengah besarnya kebutuhan impor sektor energi. (rd)

Editor : Romdani.
impor Balikpapan karhutla Kaltim penajam paser utara Otorita IKN Kutai Barat