KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Aktivitas konstruksi di Kalimantan Timur (Kaltim) masih berada di jalur pertumbuhan pada triwulan II 2026, meski lajunya mulai melandai. Perlambatan terutama sejalan dengan pertumbuhan realisasi anggaran pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang tidak setinggi periode sebelumnya.
Lapangan Usaha (LU) Konstruksi Kaltim tumbuh 2,79 persen secara tahunan (yoy) pada triwulan II 2026. Angka tersebut termoderasi dibandingkan triwulan I yang tumbuh 3,57 persen. “Perkembangan tersebut sejalan dengan realisasi anggaran pembangunan IKN yang tumbuh terbatas,” sebut Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltim Bayuadi Hardiyanto.
Secara kumulatif, realisasi anggaran pembangunan IKN hingga triwulan II 2026 tumbuh 12,46 persen (yoy). Pertumbuhan tersebut jauh lebih rendah dibandingkan capaian hingga triwulan I yang mencapai 108,23 persen.
Baca Juga: Imigrasi Balikpapan Tetapkan WNA Pemegang ITAS Investor Jadi Tersangka Penyalahgunaan Izin Tinggal
Meski demikian, aktivitas konstruksi Kaltim tidak sepenuhnya bergantung pada pembangunan IKN. Sejumlah proyek infrastruktur dan investasi korporasi masih berjalan dan menopang kinerja sektor tersebut.
Bayuadi menyebut pembangunan pabrik soda ash Pupuk Kaltim di Bontang menjadi salah satu proyek yang ikut menopang aktivitas konstruksi. Selain itu, pembangunan Tahap II IKN juga berlanjut, mencakup kawasan legislatif dan yudikatif beserta infrastruktur pendukungnya.
Geliat pembangunan tersebut turut tercermin dari indikator pengadaan material konstruksi. Volume pengadaan semen Kaltim memang masih mengalami kontraksi, tetapi tekanannya mulai menyempit. Pada triwulan II 2026, pengadaan semen terkontraksi 10,25 persen (yoy), membaik dibandingkan triwulan I yang terkontraksi 17,37 persen.
“Penyempitan kontraksi tersebut mengindikasikan berkurangnya tekanan terhadap pengadaan material konstruksi, sejalan dengan masih berlangsungnya berbagai aktivitas pembangunan di Kaltim,” jelasnya.
Baca Juga: Ombudsman Kaltim Sidak Rutan Tanah Grogot, Karutan Aris Triyanto Tegaskan Keterbukaan Layanan
Dukungan pembiayaan juga masih terjaga. Kredit konstruksi tumbuh 25,46 persen (yoy) pada triwulan II 2026, relatif stabil dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 25,51 persen. Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas konstruksi Kaltim tetap mendapat dukungan pembiayaan, meski pertumbuhan sektor secara keseluruhan mengalami moderasi. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo