BCA Bantah Rumor Diakuisisi Haji Isam, Isu Muncul Usai Transaksi Saham BYAN

Uways Alqadrie • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 12:50 WIB
Foto ilustrasi
Foto ilustrasi

KALTIMPOST.ID, JAKARTA – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) buka suara terkait kabar yang beredar di media sosial mengenai dugaan rencana akuisisi bank tersebut oleh pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam.

Manajemen BCA memastikan kabar tersebut tidak benar. Perseroan juga meminta masyarakat tidak menjadikan informasi yang beredar di media sosial sebagai rujukan tanpa melakukan pengecekan melalui sumber resmi.

Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan, tidak ada aksi korporasi seperti yang disebutkan dalam rumor tersebut.

Baca Juga: Buaya Coki 2,7 Meter Dipelihara 3 Tahun di Lampung, Pemilik Pingsan saat Dievakuasi dari Rumah

"Menanggapi isu yang beredar di media sosial terkait adanya rencana aksi korporasi tertentu terhadap BCA, dapat kami sampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar," kata Hera dalam keterangan tertulis, Jumat (25/9/2026).

Menurut Hera, informasi mengenai BCA dapat diperoleh melalui kanal resmi perusahaan maupun media yang memiliki kredibilitas. Ia menegaskan, kegiatan usaha perseroan tetap dijalankan dengan mengacu pada prinsip kehati-hatian, integritas, serta ketentuan yang berlaku.

BCA juga menyediakan sejumlah kanal layanan bagi nasabah yang ingin memperoleh informasi secara langsung, termasuk Halo BCA dan aplikasi haloBCA.

Berawal dari Transaksi Saham BYAN

Rumor mengenai BCA dan Haji Isam mencuat setelah kelompok usaha Haji Isam melalui PT Jhonlin Baratama melakukan transaksi besar terkait PT Bayan Resources Tbk (BYAN).

Pada 16 September 2026, Jhonlin Baratama menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat atau CSPA untuk membeli 10.000.000.500 saham BYAN.

Jumlah tersebut setara dengan sekitar 30 persen saham perusahaan tambang milik Low Tuck Kwong dan Elaine Low. Transaksi tersebut kemudian diumumkan kepada publik melalui keterbukaan informasi.

Kesepakatan itu kembali menghidupkan berbagai spekulasi mengenai ekspansi bisnis Haji Isam. Sebelumnya, pada Agustus 2026, juga sempat beredar kabar bahwa Haji Isam akan mengambil alih sekitar 62,2 persen saham BYAN.

Namun, saat itu manajemen BYAN menyatakan tidak mengetahui adanya rencana pengambilalihan maupun akuisisi saham sebagaimana rumor yang beredar.

Baca Juga: Jhonlin Baratama Borong 10 Miliar Saham BYAN, Begini Tahapan Transaksi Haji Isam

Isu Lama Kepemilikan BCA Kembali Muncul

Di tengah kabar tersebut, pembahasan mengenai kepemilikan BCA oleh keluarga Hartono juga kembali menjadi perhatian.

Isu tersebut berkaitan dengan transaksi divestasi saham BCA oleh pemerintah setelah krisis ekonomi 1997-1998. Pemerintah melalui Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) sebelumnya menjual saham BCA melalui mekanisme tender.

Transaksi tersebut sempat kembali mendapat sorotan sejumlah pihak dan legislator pada 2025, terutama berkaitan dengan proses pengambilalihan BCA oleh pemerintah serta persoalan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

BCA sebelumnya telah membantah adanya rekayasa dalam proses transaksi tersebut. Perseroan menyatakan penjualan saham dilakukan pemerintah melalui BPPN dengan mekanisme tender.

Editor : Uways Alqadrie
Haji isam beli saham BCA Jhonlin Group Haji Isam bca saham BCA