KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Daya beli petani Kalimantan Timur menunjukkan perbaikan pada triwulan II 2026. Di tengah perlambatan kinerja sektor pertanian dan perkebunan, perbandingan harga yang diterima petani dengan biaya yang harus dibayarkan justru semakin baik.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltim Bayuadi Hardiyanto mengatakan, pertumbuhan Nilai Tukar Petani (NTP) Kaltim secara keseluruhan mencapai 2,34 persen secara tahunan (yoy) pada triwulan II 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan triwulan I yang hanya tumbuh 0,41 persen.
“Perkembangan tersebut mengindikasikan membaiknya perbandingan harga yang diterima petani terhadap harga yang dibayarkan petani secara agregat,” ujar Bayuadi. Perbaikan tersebut juga terlihat dari NTP sejumlah subsektor pertanian yang masih berada di atas level 100. Artinya, indeks harga yang diterima petani masih lebih tinggi dibandingkan indeks harga yang harus dibayarkan.
Baca Juga: Profil Dasmiah, Eks Kepala Sekolah di Samarinda yang Kini Nakhodai Bapenda Kaltim
Namun, kondisi pada subsektor perkebunan bergerak lebih moderat. Pertumbuhan NTP perkebunan tercatat 2,85 persen (yoy), turun dari 4,52 persen pada triwulan sebelumnya. Secara level, NTP perkebunan berada di 207,11, dibandingkan 209,67 pada triwulan I.
Kondisi tersebut sejalan dengan kinerja LU Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang tumbuh 3,35 persen (yoy), melambat dari 4,46 persen pada triwulan sebelumnya. Meski demikian, peningkatan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit turut memberikan dukungan terhadap daya tukar petani pada periode laporan. (riz)
Editor : Muhammad Rizki