100 Juta Saham BBCA Berpindah, Nilai Transaksi Capai Rp621 Miliar di Tengah Isu Haji Isam

Uways Alqadrie • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 11:07 WIB
Foto istimewa
Foto istimewa

KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Pergerakan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kembali menjadi perhatian pasar. Sebanyak 100 juta saham atau 1 juta lot BBCA tercatat berpindah tangan melalui pasar negosiasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (28/9/2026).

Mengacu data RTI yang dikutip dalam laporan perdagangan, saham tersebut ditransaksikan pada harga Rp6.212 per lembar. Dengan jumlah 100 juta saham, nilai transaksi mencapai sekitar Rp621,2 miliar.

Transaksi dalam jumlah besar itu berlangsung ketika pasar tengah ramai membicarakan isu mengenai pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam yang disebut-sebut bakal mengakuisisi BCA.

Baca Juga: Perintah Presiden Prabowo untuk Menteri Kesehatan! Pasien Umum dan BPJS Tak Boleh Dibeda-bedakan

Namun, hingga kini belum ada informasi resmi yang menunjukkan siapa pihak yang melakukan transaksi jumbo tersebut. Tujuan transaksi dan identitas pembeli maupun penjual juga belum diketahui secara terbuka.

Karena itu, transaksi 100 juta saham BBCA tersebut belum dapat dikaitkan dengan isu rencana akuisisi BCA oleh Haji Isam.

Isu mengenai rencana pengambilalihan saham BCA oleh Haji Isam sebelumnya memang ramai beredar di media sosial. Namun, kabar tersebut telah dibantah oleh pihak Jhonlin Group maupun manajemen BCA.

Jhonlin Bantah Akuisisi BCA

Kuasa hukum Jhonlin Group, Junaidi Tirtanata, sebelumnya menyatakan tidak pernah ada rencana dari pihak Haji Isam maupun Jhonlin Group untuk mengambil alih BCA.

Junaidi juga menegaskan tidak ada pernyataan resmi dari Jhonlin Group yang menyebut adanya aksi korporasi terhadap bank berkode saham BBCA tersebut.

Ia meminta masyarakat lebih cermat menyikapi informasi mengenai aksi korporasi yang beredar di media sosial.

Baca Juga: Masa Jabatan Kalapas Bakal Dibatasi 1,5 Tahun, Ditjenpas Siapkan Rotasi Besar

Menurutnya, informasi mengenai perusahaan terbuka seharusnya diperiksa melalui keterbukaan informasi dan sumber resmi yang dapat diverifikasi.

Bantahan juga disampaikan langsung oleh BCA. EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn memastikan informasi mengenai rencana akuisisi saham BCA oleh Haji Isam tidak benar. 

BCA mengimbau masyarakat dan nasabah tidak langsung mempercayai informasi yang beredar tanpa sumber yang jelas. Informasi terkait perseroan dapat diperiksa melalui kanal resmi perusahaan maupun media yang kredibel.

Haji Isam Justru Masuk ke BYAN

Nama Haji Isam dan Jhonlin Group memang tengah menjadi perhatian pasar modal. Namun, aksi korporasi yang secara resmi diumumkan berkaitan dengan PT Bayan Resources Tbk (BYAN), bukan BCA.

Melalui PT Jhonlin Baratama, kelompok usaha Haji Isam menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat dengan Low Tuck Kwong dan Elaine Low pada 16 September 2026.

Perjanjian tersebut mencakup rencana pengalihan 10.000.000.500 saham BYAN, atau sekitar 30 persen dari total saham beredar Bayan Resources. 

Fakta tersebut menjadi salah satu latar belakang munculnya berbagai spekulasi di media sosial yang kemudian mengaitkan nama Haji Isam dengan BCA.

Padahal, berdasarkan informasi yang telah diklarifikasi masing-masing pihak, aksi korporasi yang diumumkan secara resmi berada di sektor pertambangan batu bara melalui BYAN, sedangkan kabar mengenai akuisisi BBCA telah dibantah.

Baca Juga: Rumor Haji Isam Akuisisi BCA Mencuat, Nilai BBCA Capai Rp756 Triliun

Transaksi BBCA Masih Jadi Sorotan

Di tengah bantahan tersebut, munculnya transaksi 100 juta saham BBCA dengan nilai sekitar Rp621,2 miliar tetap menjadi perhatian pelaku pasar.

Pasar negosiasi sendiri memungkinkan transaksi saham dilakukan berdasarkan kesepakatan harga antara pihak-pihak yang bertransaksi.

Karena identitas pihak dalam transaksi jumbo tersebut belum diketahui secara terbuka, belum ada dasar untuk menyimpulkan bahwa transaksi berkaitan dengan aksi korporasi tertentu.

Editor : Uways Alqadrie
nilai saham BCA ihsg Haji Isam bank central asia (bca) saham BCA