Ekonomi Digital Kaltim Melesat, Pengguna QRIS Tembus 975 Ribu dan Merchant Capai 902 Ribu

Raden Roro Mira Budi Asih • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 14:54 WIB
MERCHANT: Pertumbuhan merchant QRIS capai 35 persen secara tahunan. Tembus 902 ribu merchant pada Juli.
MERCHANT: Pertumbuhan merchant QRIS capai 35 persen secara tahunan. Tembus 902 ribu merchant pada Juli.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Pembayaran digital di Kalimantan Timur terus menunjukkan perkembangan. Hingga Juli 2026, jumlah pengguna QRIS di Kaltim telah mencapai 975 ribu, sedangkan jumlah merchant menembus 902 ribu.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim Jajang Hermawan mengatakan, penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan digital menjadi bagian dari upaya mendorong sumber pertumbuhan ekonomi baru.

“Sinergi kebijakan, inovasi, dan penguatan talenta digital menjadi kunci untuk mengoptimalkan transformasi ekonomi dan keuangan digital (EKD) sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru,” jelas Jajang, Selasa (29/9).

Pertumbuhan pengguna QRIS Kaltim mencapai 19 persen secara tahunan (yoy). Sementara merchant tumbuh lebih tinggi, yakni 35 persen (yoy). Dari sisi kontribusi regional, jumlah pengguna QRIS Kaltim menyumbang 29 persen terhadap total akseptasi QRIS di Kalimantan. Adapun merchant Kaltim memberikan kontribusi 26 persen.

Baca Juga: Ramai Edaran Hotel BUMD Diprotes PHRI Samarinda, Begini Respons Gubernur Kaltim

Pertumbuhan pembayaran digital juga tercermin pada transaksi uang elektronik. Pada Juli 2026, transaksi uang elektronik di Kaltim tumbuh 58 persen (yoy). Kontribusinya mencapai 34 persen terhadap total transaksi uang elektronik di Kalimantan.

Perluasan tersebut menjadi bagian dari penguatan sistem pembayaran digital di daerah. BI Kaltim juga mendorong sinergi Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), perluasan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), serta pengembangan sistem pembayaran digital.

Upaya tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas transaksi pemerintah sekaligus memperluas pemanfaatan pembayaran digital dalam aktivitas ekonomi masyarakat. Perkembangan pembayaran digital di daerah juga berlangsung di tengah penguatan konektivitas transaksi antarnegara.

Dalam FEKDI x IFSE 2026, BI bersama sejumlah pihak menginisiasi konektivitas QRIS Antarnegara Indonesia-Hong Kong dan Indonesia-Timor Leste. Hingga Agustus 2026, QRIS Antarnegara telah terhubung dengan enam negara. "Tercatat 17,8 juta transaksi inbound senilai Rp6,20 triliun dan lima juta transaksi outbound senilai Rp1,85 triliun," lanjut Jajang.

Penguatan sistem pembayaran digital tersebut menjadi bagian dari transformasi ekonomi dan keuangan digital yang diarahkan untuk memperluas manfaat transaksi nontunai sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. (riz)

 

Editor : Muhammad Rizki
QRIS Kaltim Ekonomi Digital Kaltim UMKM Kaltim Bank Indonesia Kaltim