UMKM Balikpapan Bidik Pasar Ekspor, BI Dorong Standar Global hingga Rantai Pasok Berkelanjutan

Ulil Mu'Awanah • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 18:12 WIB
UMKM di Kaltim. (FOTO AINUR/KP)
UMKM di Kaltim. (FOTO AINUR/KP)

‎KALTIMPOST.ID-Menembus pasar ekspor memerlukan kesiapan menyeluruh melampaui sekadar kepemilikan produk yang layak jual.

Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan kini didorong untuk mematangkan rantai pasok dan standar keberlanjutan agar mampu bersaing di kancah global.

‎Kesiapan tersebut tercermin dari keikutsertaan pelaku usaha lokal dalam ajang bergengsi Malaysia International Halal Showcase (MIHAS) 2026 di Kuala Lumpur.

Ajang ini menjadi panggung penting untuk menguji kesiapan kapasitas produksi, penetapan harga kompetitif, kemasan, hingga sistem logistik internasional.

Baca Juga: Balikpapan Pertahankan Gelar Juara Kejurprov PBSI Kaltim 2026, Borong 15 Emas

“Pengembangan UMKM berorientasi ekspor membutuhkan lebih dari sekadar produk yang siap jual. Pelaku usaha harus benar-benar siap dari sisi kapasitas produksi, kepastian harga, kemasan, hingga konsistensi pasokan dan sistem pengiriman,” terang Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan Robi Ariadi.

‎Berdasarkan evaluasi Bank Indonesia, keterlibatan di pameran luar negeri memberikan wawasan konkret bahwa penetrasi pasar global memiliki berbagai alternatif jalan masuk.

Bagi pelaku usaha yang belum memiliki kesiapan membuka gerai mandiri, keberadaan agregator menjadi solusi strategis untuk menjangkau jejaring pembeli dunia.

‎Secara nasional, tercatat sebanyak 23 UMKM mitra binaan Bank Indonesia unjuk gigi dalam pameran MIHAS 2026 tersebut. Dari jumlah itu, sebanyak tujuh pelaku usaha tampil percaya diri membuka stan pameran mandiri, sementara 16 UMKM lainnya terfasilitasi melalui kolaborasi agregator Pasti Collective.

‎Interaksi langsung dengan para pemodal dan pembeli internasional membuka mata para pelaku usaha mengenai detail kesepakatan dagang.

Sejumlah aspek teknis menjadi sorotan utama, mulai dari penetapan batas minimal pemesanan atau minimum order quantity (MOQ), opsi skema pengiriman, hingga fleksibilitas modifikasi produk pesanan khusus.

‎Selain faktor harga dan ketepatan distribusi, pembeli mancanegara kini semakin selektif menyaring produk yang ramah lingkungan. Isu keberlanjutan (sustainability) telah bergeser dari sekadar nilai tambah menjadi syarat mutlak dalam transaksi perdagangan lintas negara.

Baca Juga: LAPSUS: Titik Panas Masih Mengepung Kaltim, BMKG Deteksi Sebaran Asap di Empat Daerah

“Para pembeli global kini menaruh perhatian besar pada aspek lingkungan dan keberlanjutan. Pasar internasional tidak hanya melihat kualitas barang jadi, tetapi juga menelusuri bagaimana proses produksi dijalankan, asal bahan baku, hingga material kemasan yang ramah lingkungan,” imbuh Robi.

‎Tuntutan tersebut mengharuskan UMKM Balikpapan menyusun rekam jejak bisnis yang transparan dan tertata rapi. Keterbukaan informasi mengenai rantai pasok bahan mentah hingga pengelolaan limbah produksi kini menjadi nilai tawar yang sangat menentukan di meja negosiasi.

‎Kehadiran para mitra binaan di pentas internasional merupakan realisasi dari pendekatan hulu ke hilir yang diterapkan oleh KPwBI Balikpapan.

Pendampingan tidak berhenti pada perbaikan mutu kemasan dan sertifikasi di dalam negeri, melainkan dikawal langsung hingga membuka akses pasar ekspor yang konkret.

“Pameran internasional seperti MIHAS bukan sekadar ajang promosi atau etalase sesaat. Ini adalah sarana penting bagi pelaku usaha untuk menguji daya saing produk, membangun jejaring dagang, dan segera menindaklanjuti permintaan calon mitra bisnis,” tegasnya.

‎Pertemuan tatap muka dengan para mitra luar negeri sekaligus menghindarkan UMKM dari ketergantungan pada asumsi pasar sepihak. Catatan dan evaluasi dari ajang ini akan dijadikan panduan utama untuk menyempurnakan strategi bisnis agar semakin presisi dengan selera konsumen mancanegara.

“Melalui evaluasi komprehensif pascapameran, KPwBI Balikpapan memastikan pembinaan UMKM terus berlanjut untuk mencetak eksportir baru yang tangguh dan berkelanjutan dari Benua Etam,” tuturnya. (rd)

Editor : Romdani.
penajam paser utara ibu kota nusantara UMKM Balikpapan Kutai Barat pasar ekspor