KALTIMPOST.ID-Pasar halal global terus membuka ruang bagi produk dari berbagai negara, seiring berkembangnya industri halal yang tidak lagi terbatas pada produk makanan dan minuman.
Perdagangan halal kini mencakup beragam sektor, mulai dari fashion, kosmetik, farmasi, pariwisata hingga produk dan layanan terkait ekonomi syariah.
“Perkembangan tersebut menjadi peluang bagi produk lokal Kalimantan Timur untuk memperluas pasar hingga ke tingkat internasional,” ucap Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Robi Ariadi.
Salah satu pintu masuknya terlihat melalui keikutsertaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Kaltim dalam Malaysia International Halal Showcase (MIHAS) 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia.
Baca Juga: Kopi Kaltim Dilirik Buyer Malaysia dan Arab Saudi, Delcoff Raih LoI Ekspor Rp 402 Juta
Pameran perdagangan halal business to business (B2B) tersebut berlangsung di Malaysia International Trade and Exhibition Centre (MITEC) pada 23-26 September 2026. Mempertemukan pelaku usaha dengan buyer serta mitra bisnis dari berbagai negara dalam ekosistem industri halal global.
Dua UMKM binaan asal Kaltim mendapat kesempatan membangun jejaring bisnis dengan pembeli internasional melalui skema International Sourcing Programme (INSP).
Program tersebut mempertemukan eksportir dengan buyer lintas negara sehingga pelaku usaha daerah tidak hanya memamerkan produk, tetapi juga memperoleh kesempatan menjajaki kebutuhan pasar dan potensi transaksi.
Robi mengatakan, keikutsertaan UMKM Kaltim dalam forum perdagangan internasional tersebut merupakan bagian dari proses pembinaan menuju pasar ekspor.
Menurutnya, masuk ke pasar halal global membutuhkan kesiapan yang lebih luas daripada sekadar kemampuan menghasilkan produk.
Pelaku usaha perlu memahami karakter konsumen, preferensi pasar, spesifikasi produk, hingga standar yang berlaku di negara tujuan.
“Fasilitasi pada MIHAS 2026 tidak hanya diarahkan untuk memperkenalkan produk, tetapi pelaku UMKM juga didorong memahami preferensi pasar halal global agar dapat menyesuaikan spesifikasi dan kualitas produknya,” ujar Robi.
Baca Juga: UMKM Balikpapan Bidik Pasar Ekspor, BI Dorong Standar Global hingga Rantai Pasok Berkelanjutan
Akses langsung terhadap buyer mancanegara, lanjut Robi, menjadi bagian penting dalam proses memperkenalkan produk daerah ke pasar global. Pertemuan bisnis juga memberi kesempatan bagi pelaku usaha untuk memahami kebutuhan pasar secara lebih konkret.
“Keterlibatan dua UMKM asal Kaltim ini membuktikan bahwa produk daerah memiliki peluang nyata untuk menembus pasar internasional, baik melalui jalur mandiri maupun kolaborasi bersama agregator,” terang Robi.
Melalui business matching, pelaku usaha lokal juga mendapatkan ruang untuk membangun komunikasi dengan calon investor, buyer, dan mitra dalam rantai pasok global.
Dari pertemuan tersebut, peluang kerja sama dapat dikembangkan lebih lanjut sesuai kebutuhan pasar dan kemampuan produksi masing-masing UMKM.
Bank Indonesia Balikpapan mengingatkan pelaku usaha untuk menjaga komunikasi dengan calon buyer serta menindaklanjuti berbagai permintaan setelah pameran berakhir. Pemenuhan standar perdagangan internasional menjadi salah satu aspek penting dalam membangun kepercayaan pasar.
“Setelah pameran berakhir, tantangan berikutnya adalah menjaga komunikasi dengan calon buyer serta memenuhi berbagai standar perdagangan internasional yang ditetapkan,” tutur Robi.
Kesiapan produksi dan logistik juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menembus pasar ekspor. Pelaku usaha harus mampu menjaga kontinuitas pasokan sekaligus memenuhi spesifikasi produk yang telah disepakati dengan mitra dagang.
Pengalaman UMKM Kaltim di MIHAS 2026 menunjukkan bahwa peluang masuk ke perdagangan halal global dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari pengembangan pasar produk daerah.
“Bukan sekadar sertifikasi halal, dengan penguatan kualitas, kapasitas produksi, pemahaman pasar, serta kesiapan rantai pasok, produk lokal Kaltim berpeluang mengambil bagian dalam perdagangan halal internasional sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi syariah di daerah,” tuturnya. (rd)
Editor : Romdani.