KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Inflasi Kalimantan Timur (Kaltim) pada September 2026 masih berada di level 3,98 persen secara tahunan. Kenaikan harga terutama tercermin dari kelompok transportasi serta makanan, minuman, dan tembakau yang menjadi penyumbang terbesar terhadap inflasi tahunan.
Berdasarkan pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim di empat kabupaten/kota, Indeks Harga Konsumen (IHK) meningkat dari 108,58 pada September 2025 menjadi 112,90 pada September 2026. Sementara itu, inflasi secara kumulatif sepanjang Januari-September 2026 atau year to date (ytd) tercatat 2,82 persen.
Baca Juga: Jalan Perumahan Daksa Rusak, Disperkim Balikpapan Desak Pengembang Segera Serahkan PSU
Kepala BPS Kaltim Mas’ud Rifai mengatakan kenaikan harga secara tahunan terjadi pada seluruh kelompok pengeluaran. “Inflasi tahunan terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran,” ujarnya, Kamis (1/10).
Kelompok transportasi mencatat inflasi tahunan paling tinggi, yakni 9,41 persen. Disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 8,60 persen serta makanan, minuman, dan tembakau 5,09 persen.
Baca Juga: Jajaran FKPD Kubar Solid Teguhkan Komitmen Jaga Pancasila
Dari sisi sumbangan terhadap inflasi tahunan, makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar dengan andil 1,53 persen. Berikutnya kelompok transportasi sebesar 1,21 persen dan perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,60 persen.
Mas’ud menyebut sejumlah komoditas menjadi pendorong utama inflasi tahunan Kaltim. Di antaranya bensin, emas perhiasan, angkutan udara, cabai rawit, daging ayam ras, sigaret kretek mesin (SKM), minyak goreng, pelumas atau oli mesin, beras, hingga jagung manis.
Baca Juga: Didesak Mahasiswa Copot Ketua TAPD Kutim, Bupati Ardiansyah Angkat Bicara
Selain itu, kenaikan harga juga tercatat pada sewa rumah, sekolah dasar, pemeliharaan atau service, bayam, semangka, ikan tongkol atau ikan ambu-ambu, solar, kangkung, sepeda motor, dan buncis.
Di sisi lain, sejumlah komoditas mengalami penurunan harga sehingga menahan laju inflasi tahunan. Komoditas tersebut antara lain bawang merah, ikan gabus, parfum, tahu mentah, tarif kendaraan roda dua online, tarif air minum PAM, pengharum cucian atau pelembut, tas sekolah, cumi-cumi, kentang, sekolah menengah atas, daun bawang, dan sepatu pria.
Secara kumulatif, inflasi Kaltim hingga September mencapai 2,82 persen. Capaian tersebut menunjukkan akumulasi perubahan harga konsumen sejak awal tahun, dengan tekanan harga sepanjang periode tersebut berasal dari sejumlah kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan. (*)
Editor : Sukri Sikki