KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Kinerja ekspor Kalimantan Timur mengalami tekanan pada Agustus 2026. Setelah mencatat nilai USD1,95 miliar pada Juli, ekspor Kaltim turun menjadi USD1,88 miliar pada bulan berikutnya.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Mas’ud Rifai mengatakan, penurunan tersebut terutama dipengaruhi melemahnya ekspor pada dua kelompok komoditas, yakni migas dan nonmigas. “Penurunan nilai ekspor disebabkan karena turunnya nilai ekspor migas dan nonmigas masing-masing sebesar 13 persen dan 3,09 persen,” beber Mas’ud.
Baca Juga: Dishub Balikpapan Pastikan Penambahan Koridor Baru Bacitra Harus Melalui Kajian Matang
Ekspor migas tercatat USD86,63 juta pada Agustus, turun dari USD99,58 juta pada Juli. Sementara ekspor nonmigas berada di angka USD1,79 miliar, menyusut dari USD1,85 miliar pada bulan sebelumnya. Pada kelompok migas, kontraksi paling terlihat pada komoditas gas alam. BPS mencatat tidak terdapat ekspor gas alam pada Agustus, sedangkan pada Juli nilainya masih mencapai USD43,43 juta.
Baca Juga: Dewan Ingatkan Serapan Anggaran, Tetap Fokus Pembangunan Infrastruktur dan Pelayanan
Di sisi lain, ekspor hasil minyak justru meningkat. Nilainya mencapai USD86,63 juta pada Agustus, dibandingkan USD56,15 juta pada Juli. Secara tahunan, ekspor hasil minyak juga melonjak 183,57 persen. Meski terkoreksi secara bulanan, kinerja ekspor Kaltim masih tumbuh jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai ekspor Agustus 2026 naik 2,85 persen dibandingkan Agustus 2025 yang mencapai USD1,83 miliar.
Capaian kumulatif juga masih menunjukkan pertumbuhan. Sepanjang Januari-Agustus 2026, ekspor Kaltim mencapai USD14,37 miliar, meningkat 5,97 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Struktur ekspor hingga Agustus masih didominasi komoditas nonmigas. Kelompok tersebut menyumbang 92,65 persen terhadap total ekspor Kaltim, sedangkan migas berkontribusi 7,35 persen. (*)
Editor : Sukri Sikki